Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Praktisi hukum unair, Wayan titip sulaksana imbau MA koreksi putusan rehab yang dijatuhkan hakim PN surabaya

Praktisi hukum unair, Wayan titip sulaksana imbau MA koreksi putusan rehab yang dijatuhkan hakim PN surabaya

(656 Views) November 4, 2017 3:40 pm | Published by | No comment

Wayan titip sulaksana, praktisi hukum universitas airlangga (unair) surabaya. Screen google

FORUMNUSANTARA – Praktisi Hukum Universitas Airlangga (Unair) Wayan Titip Sulaksana mengkritisi Vonis rehabilitasi yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada terdakwa Penyalahguna narkotika Taufiq Vidar Anugerah (24), Kamis 12/10/17 lalu.

Kritikan itu dilontarkan Wayan lantaran perlakuan istimewa yang diterima oleh terdakwa, dimana dalam dua kali pemeriksaan sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan majelis hakim sepakat untuk tidak menghadirkan terdakwa dimuka persidangan.

Menurut Wayan, Dalam sidang pidana, terdakwa tersebut wajib hadir, kalaupun terdakwa tidak bisa dihadirkan karena terdakwa dalam status DPO, sidang tetap bisa dilanjutkan dengan putusan verstek.

” Tetapi kalau tetdakwa dalam tahanan wajib dihadirkan, demikian pula kalau terdakwa tidak ditahan” terang Wayan pada forumnusantara.com. Sabtu, (04/11/17).

Diketahui Sebelumnya, JPU Marsandi dari Kejari Surabaya, menjerat terdakwa Taufiq menggunakan dakwaan pasal Tunggal yakni pasal 112 ayat (1) UU Nomer 35 tahun 2009 tentang Markotika dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun.

” Aneh dalam kasus ini, pasal yang didakwakan pasal 112 UU Anti Narkotika dengan ancaman lebih dari 5 tahun. Sedangkan Sidang tidak mengikuti ketentuan hukum acara pidana, untuk itu perlu dipertanyakan keabsahan sidang pidana tersebut. ” jelas Wayan.

Lebih lanjut Wayan menjelaskan, bahwa keputusan Majelis hakim tersebut bisa ditebak, ” Untuk itu perlu hakim Agung bidang pengawasan MA, ikut mengoreksi proses persidangan kasus ini.” Imbaunya.

Belum ada keterangan resmi dari otoritas pengadilan, terkait hal ini, siapa ketua majelis hakim yang menyidangkan dan juga berapa tuntutan yang di yang diajukan JPU, dalam web resmi PN (SIPP) Surabaya vonis tersebut hanya tertulis “mengadili . . . . .” Tanpa keterangan lebih lanjut.

Dalam surat dakwaan JPU diterangkan, terdakwa Taufiq ditangkap oleh satreskoba Polrestabes Surabaya saat dirinya berada didalam mobil Suzuki merk Ertiga bernomor polisi L 1893 YG.tanggal 15 Juli, 2017 pukul 23:00 WIB. Di Jl alas malang, Sememi,Surabaya.

Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti Narkotika jenis sabu dengan berat kurang lebih 0,25 (nol koma dua puluh lima) gram dengan pembungkusnya, dan sebuah unit HP merek Samsung yang digunakan terdakwa komunikasi untuk membeli shabu.

Saat diinterogasi petugas terdakwa mengakui bahwa sabu tersebut miliknya diperoleh dengan cara membeli pada seseorang yang bernama ROBIN (belum tertangkap/DPO) seharga 200 ribu Rupiah. (Fadjar)


Related Post

Tags: ,
Categorised in:

No comment for Praktisi hukum unair, Wayan titip sulaksana imbau MA koreksi putusan rehab yang dijatuhkan hakim PN surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *