Predator cabul pemangsa anak dibawah umur sampai ketagihan

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

 

FORUMNUSANTARA.COM– Alyuda Djojo Soemitro alias Yuda, terdakwa kasus pencabulan anak Panti Asuhan Cinta Kasih Teresa kembali menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Dengan mengenakan rompi warna merah ciri khas tahanan, terdakwa terlihat duduk di kursi pengunjung sidang di ruang Garuda, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya sejak pukul 11.00 WIB.

Terdakwa duduk di pojok ruangan sidang ditemani oleh keluarga dan penasehat hukumnya untuk menunggu giliran sidang.

Sekitar satu jam menunggu, majelis hakim yang diketuai Anne Rusiana akhirnya memulai persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

“Sidang perkara nomor 3236/Pid.Sus/2017/PN SBY dengan terdakwa Alyuda Djojo Soemitro digelar dan tertutup untuk umum,” kata hakim Anne.

Tak lama berselang satu jam proses pemeriksaan perkara pencabulan itu akhirnya selasai, terdakwa dan jaksa Ali terlihat keluar ruang sidang. Tak ada sepatah kata pun yang diucapkan terdakwa saat para wartawan mencoba mewawancarainya.

Sementara itu, jaksa Ali membeberkan apa saja yang diutarakan terdakwa saat diperiksa di muka persidangan. “Intinya terdakwa sudah mengakui dan menyesali semua perbuatannya (melakukan pencabulan),” katanya usai sidang.

Menurut jaksa Ali, terdakwa juga mengaku ada tiga anak panti asuhan yang menjadi korban perbuatan bejatnya. “Tadi terdakwa juga mengaku ada tiga lagi korbannya, tidak melapor, namun turut jadi saksi di berkas perkara,” bebernya.

Sebelumnya, Unit Perlidungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ruth Yeni menjelaskan perlakuan yang didapat oleh korban berakibat efek negatif.

Sebab, korban sudah terlanjur merasa nyaman dengan pencabulan yang dilakukan oleh terdakwa dia pun rela diajak berhubungan layaknya suami istri berkali-kali.

Ruth menjelaskan setelah terbongkar bahwa tersangka telah mencabuli SS dan FN, pihaknya akhirnya mendapati 3 korban lainnya. Yaitu CL,9, kelas 3 SD, SR,14, kelas 3 SMP dan KT,14, seorang pelajar kelas 3 SMP. Ketiganya mengaku dicabuli tersangka.

” Kami mendapat informasi bahwa di kantor cabang panti yang berada di Batu, juga ada korban. Kami pun menuju ke Batu. Dan benar, kami menemukan ada 4 korban lain yang mengaku telah dicabuli oleh tersangka,” tambah AKP Ruth Yeni.

Empat korban dari Batu yang dimaksud antara lain AG,16, kelas 1 SMA, MR,11, kelas 5 SD  dan YN, 21, serta CLR,17, kelas 3 SMA. Keempat korban ini juga mengaku  mendapatkan perlakukan cabul yang dilakukan tersangka.

Hal senada dikatakan JPU Ali Prakoso, bahwa 2 orang korban yang sudah berhasil disetubuhi oleh terdakwa. Sedangkan 7 korban lainnya berbentuk pencabulan.

” Dua orang yang sudah disetubuhi korban, sedangkan korban lainnya berbentuk pencabulan seperti oral seks” Jelasnya. (Fadjar)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *