PROYEK DRAINASE DI JALAN DELIMA SAMPANG DITOLAK WARGA

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
IMG-20151208-01353

Sampang. Forumnusantara – edisi 264 tentang Proyek drainase ditolak warga alasan akan berdampak negatif banjir, Selasa 08/12 Wakil Bupati Sampang Fadilah Budiono bersama perwakilan pemenang tender mencoba datang ke lokasi di Jalan Delima Kel. Gunung Sekar, sebelum ke lokasi melihat langsung bekas selokan di depan Toko Laris ke timur lurus menuju Sungai Kamoning saat ini kurang difungsikan.

Warga jalan Delima mendengar kedatangan Wakil Bupati Fadilah Budiono (Wabup) sontak tanpa diperintah datang kelokasi yang akan dibangun drainase, warga yang kebanyakan perempuan mengatakan kepada Fadilah Budiono bahwa tetap menolak rencana bangunan drainase melewati Jalan Delima, Warga memohon kepada Wabup agar ikut memikirkan warga Jl. Delima atau kampung Pandiyan ini yang setiap tahunnya mendapat hadiah banjir termasuk Jalan Kenari tak luput dari genangan air.

Para tokoh masyarakat didepan Wabup menyatakan bahwa di depan Toko Laris ke timur saat ini masih ada bekas beton kali kecil, tidak tahu sejarahnya mengapa tidak difungsikan, andaikan sekarang proyek drainase langsung melewati depan Toko laris jalannya air akan lebih lancar. Wabup bersama Lurah Gunong sekar Drs. Mawardi serta tokoh masyarakat juga melihat langsung keberadaan bekas kali kecil atau saluran air yang lama depan toko laris ke timur.

Fadilah Budiono yang terkenal sifat ramah dan sabar tetap pada kebiasaannya membagi-bagikan uang kepada warga, tukang becak serta anak – anak yang kebetulan melewati Jalan Delima, setelah mendengarkan keluhan warga dan melihat lokasi Jalan delima serta depan toko laris, Fadilah Budiono kembali kekantor dan mengatakan permasalahan ini akan dimusyawarahkan lagi dengan melibatkan perwakilan warga jalan delima dan jalan kenari.

Warga Jalan Delima melalui jejaring media Forum Nusantara mengatakan “Saya heran pak, mengapa saluran langsung diluruskan ketimur kan langsung ke Sungai Kemuning sepertinya pejabat Sampang berat, Coba pikir, bila drainase lurus ketimur didepan laris hanya mungkin ada empat warga , tapi apabila melewati Jalan Delima korban lebih banyak yaitu kampung pandiyan dan kampung Jalan kenari”.

H. Tohir Ketua Jatim Corruption Watch dalam komentarnya, drainase sebenarnya bisa melewati jalan Delima dan tidak akan terlalu mengganggu banjir atau genangan air kampung pandiyan, hanya saja darainase tersebut tidak langsung ke pintu air kampung Pandiyan melainkan dibelokkan kekanan sebelum pintu air, kendalanya pemerintah Sampang harus koordinasi dengan pemilik tanah dan hal ini sebagian besar warga menyetujui pungkasnya.(Zakri )

 

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *