RASTRA KALIANGET – BARAT TIDAK TEPAT SASARAN SERTA MAKAN KORBAN

Forumnusantaranews.com

Sumenep. Salah satu program Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan yang lemah ekonominya yaitu melalui Program Beras sejahtera atau yang lebih dikenal dengan sebutan RASTRA atau sebelumnya adalah Raskin. Namun fakta dilapangan banyak kita temui Program itu kurang tepat pada sasaran, artinya justru bantuan itu banyak diterimah oleh orang – orang yang tidak layak menerimah dan bahkan justru sebaliknya.

Berawal pada awal tahun 2018  Desa. Bambang Aktivis dari LPKP2HI ( Lembaga Pengawas Korupsi dan Pemantau Penegak Hukum Indonesia bersama dg Erfandi seorang Wartawan dari Pena Rakyat mengkorfimasi Kades Kalianget Barat Suharto terkait dengan DPM Rastra yang kurang tepat sasaran.

Bambang pada kesempatan itu menyampaikan beberapa warga yang layak menerima dan beberapa orang yg tidak layak tapi masuk DPM. ”  Ketika itu kades beralasan kalau Beliau meneruskan DPM pada Pemerintahan Desa yaitu Kades sebelumnya dan berjanji akan melakukan revisi lewat Musdes ” tutur Erfandi ketika dikonfirmasi wartawan Forumnusantaranews.com.

Setelah mengetahui perkembangan DPM tidak ada perubahan, Bambang bersama Erfandi mencoba konfirmasi ke Kantor Dinsos pada Tgl. 02 Mei 2019. Drs. Zaini Kabid Bina Sosial menjelaskan kepada kami ” Mas, sebelumnya memang perna Desa Kalianget Barat mengajukan Revisi DPM tapi karena ada persyaratan yg kurang lengkap maka kami mengembalikan lagi untuk dilengkapi, tapi sampai sekarang tidak ada pengajuan lagi hingga saya perna melayangkan surat lewat Kecamatan untuk segera diajukan kembali ” ungkapnya.

Bermaksud menindak lanjuti hasil konfirmasi dari Dinsos maka Erfandi yang juga berprofesi sebagai Wartawan Pena Rakyat datang ke Balai Desa mau konfirmasi Kades Kalianget Barat pada tgl 09 Mei 2019, ternyata di Balai Desa Suharto tidak ada ditempat.

Kekecewaan dan kemarahan Erfandi memuncak ketika terdengar kata – kata dari Oknum Perangkat Desa bernama Rendi ( Panggilan ) kepada temannya dibalai waktu itu dengan menggunakan bahasa Madura. ” Mi’ etarema jeria Tin, jeria tokang Bengkel deddhi Wartawan, ( Kenapa kamu terima Dia Tin, itu Tukang Bengkel jadi Wartawan ) ” tutur Erfandi menirukan Kalimat Rendi.

Setelah dikonfirmasi oleh Wartawan Forumnusantaranews.com lewat Chatting aplikasi WA Suharto selaku Kades Kalbar mengatakan ” Masalah DPM tetap akan diusahakan ” .

Ketika disinggung terkait insident di Balai Desa terkait Rendi dengan Erfandi Beliau menjawab ” Bukan insident tapi hanya masalah sikap yg kurang sopan ” ujarnya.

Pada tgl, 11 Mei 2019 waktu dikonfirmasi lewat No. Telepon selulernya terkait kata – kata yang membuat Wartawan PRN dan Wartawan yang tergabung di Team 16, Rendi mengatakan karena Erfandi waktu itu tidak menunjukkan Id. Card serta surat tugas. Ketika Wartawan mau menggali informasi lebih jauh Rendi tidak bersedia, Dia mengatakan ” kalau mau konfirmasi datang saja menemui saya langsung ” ujarnya. ( Bambang )

 

 

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *