SANTRI SANTRI PONDOK PESANTREN NURUL KHOIROH MEMERIAH KAN KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW DENGAN” ENDOK ENDOKGAN” BUNGA LAMPU

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Forumnusantaranews.com Alhamdullillah Dalam menyambut hari  lahirnya nabi muhammad saw. Pondok pesantren nurul khoiroh membeikan kehidupan untuk tumbuh berkembang dalam nuasa menambahkan keimanan sebagai santri yang berahklaq kulkarimah, Dusun pekarangan Rt04 Rw 02 desa kelir kecamatan kalipuro  kabupaten Banyuwangi,Selasa 26 Septber 2019.

Dengan semagat anak – anak santri  ponpes nurul khoiroh  dan di dampingi oleh masyarakat sekitar juga pemuda  –  pemuda pekarangan  (petir) pekarangan timur sangat meriah dari dukungan seluruh  elemen masyarakat  memberikan kegembiraan di hati para santriwan dan santriwati untuk menambahkan iman dan ketakwaaannya yang penuh kemandiriannya.

Tak lupa juga Peringatan maulid nabi Muhammad saw. ini di ponpes nurul khoiroh di adakan menghias bunga bunga telur dalam istilah banyuwangi  “ENDOK – ENDOKGAN” Sangat luar biasa dari yang lain berhiasan lampu seperti bungga hidup, begitu cintanya pada Rosullullah saw tak memandang bagamana letihnya menghias dan juga pawai  berkeliling di dusun untuk bersinergi dengan  warga di sekitar
Supaya kita bisa menghargai pemimpin umat seluruh dunia ini yang telah sabar dan gigih  tampa kenal lelah untuk mensyiarkan agama islam.

Pimpinan Pondok pesantren nurul khoiroh  ky. Mohammad Taufiq Hidayat  mengatakan “alhamdulillah anak kami memberikan kibaran semangat yang luar biasa dan bisa menunjukan kreatifitas guna cinta pada Rosullullah saw  gembira menghias keindahan bungga – bungga telur
untuk di Lombakan supaya anak anak ponpes ini bisa merubah ahklaqnya, yang dari rumah  kurang bisa mengerti ahlaq dan etika disini di didik supaya bermasyarakat nanti, wujud semagat menjadi mengerti bagaimana  bisa  nanti menghargai  orang tua dan juga yang lebih tua supaya bermasyarakat nantinya bisa memimpin dan mensyiarkan atau menjalankan perintah Allah swt. dan sunnah sunnah nabi dan paling tidak bisa mencontoh perilaku nabi muhammad saw, ulasnya ky Taufik.

Dalam Tausyiahnya ustad Agus Latif mengatakan”, pertama kita bersyukur kepada allah swt karena memberikan kehidupan yang layak untuk umatnya dan kelahiran nabi muhammad saw menjadi panutan kita sebagai umat kanjeng nabi muhammad saw dan
diponpes nurul khoiroh ini  anak anak santri  sangat  terdidik dan belajar untuk masa depan  juga bisa  bahagia  kan kedua orang tuanya juga untuk agama  dan negara ini lebih -lebih  mendapat barokah  menjadi anak anak yang bisa bermasyarakat nanti sepulang dari ponpes sudah bisa menjaga aurat etika agama islam.

Baginda nabi muhammad punya  sahabat nabi Abu sufyan sangat tampan dan ibadahnya rajin walaupun ibadahnya  rajin tetapi miskin dan  bahkan termiskin  suatu ketika menemui  Abu sufyan, saya mohon di doa kan kaya oleh nabi muhammad.

Mintak kaya cerita abu sufyan dulu sampai sekarang  saya miskin  tetapi nabi muhammad  saw beliau  mengatakan kamu abu sufyan  lebih nyaman miskin kata nabi muhammad, karena biasanya orang yang miskin  terus menjadi kaya kebiasaanya  lupa sama ibadahnya, ujarnya ustad agus.

Lanjutan ustad agus menjelaskan, orang beriman  tidak usah mengharap kan kaya tapi perkaya lah hati kita untuk bisa hidup bermasyarakat dan tetepi kita gunakan tolak ukur agama islam sebab islam agama yang paling sempurna  mari kita pertebal keimanan kita dengan tetep yakin bahwa allah selalu mengayomi kita dan memberikan kita kehidupan yang layak untuk masa depan kita monggo santri dan masyarakat mulai dini kita tak usah meragukan diri kita tidak bisa kaya tapi perkaya lah iman dan ketakwaan kita pada allah swt insya allah akan semakin mudah rizki kita  karena allah  swt  amin, tambahnya ustad agus.

Dengan maulid nabi besar muhammad saw semoga menjadikan pembelajaran bagi kita semakin rajin ibadah dan semakin mendekatkan diri kita pada allah  swt .

(munib)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *