SUDAH SAATNYA LURAH KARANGBOYO MEMBERIKAN SOLUSI UNTUK WARGANYA, TERKAIT PAPAN LARANGAN “TRUCK DILARANG MASUK”

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Blora. Forumnusantaranews,- : Dipasangnya papan larangan yang bertuliskan “TRUCK DILARANG MASUK” oleh Ketua RT,tepatnya di Jatirejo LR 6 RT 02 RW 05 Kelurahan Karangboyo kecamatan Cepu Blora, menimbulkan keresahan sebagian warga, terutama pengusaha mebel.
Mereka mengeluh adanya papan larangan tersebut.Merasa kegiatan usahanya terganggu. Dampaknya kendaraan truck yang biasa kirim kayu tidak berani masuk, untuk mendistribusikan bahan mebel ( kayu ) bagi warga kelurahan yang berprofesi pengusaha mebel.
Nada protes disampaikan oleh warga yang merasa usaha kayunya terganggu, melalui awak media, bahwa Pemasangan tulisan “TRUCK DILARANG MASUK” diatas gapura yang dilakukan oleh Ketua RT 02 RW 05 Kelurahan Karangboyo Kecamatan Cepu, tanpa musyawarah, sehingga dianggap tidak sesuai prosedur dan dilakukannya secara sepihak, karena tanpa ada rembuk dengan warga terlebih dahulu
Ironisnya Ketua RT02 / RW 05 saat dimintai penjelasan warganya mengatakan bahwa alasan pemasangan papan larangan tersebut atas permintaan Wahyu, salah seorang oknum petugas keamanan di kelurahan Karangboyo.
“ Yang menyuruh pasang papan larangan itu Wahyu,” ungkapnya.
Apabila benar, apa yang disampaikan Ketua RT, hanya menciptakan pertanyaan warga setempat, karena dianggapnya kesalahan procedural, selain mengabaikan azas musyawarah mufakat , oknum petugas keamanan dari kepolisian tersebut, bukanlah warga RT 02, tapi ikut campur urusan RT, dan diduga, akan menimbulkan ketidak kenyamanan, serta bisa berorentasi konflik warga dengan pengurus lingkungan ( RT ).
Saat awak media OposisiNews pada selasa (12/11/2019), melakukan pemantauan dan investigasi sampai sejauh mana perkembangan permasalahan papan larangan tersebut, kepada Kepala Kelurahan Karangboyo, dan juga menyampaikan Keluhan warga. Lurah Karangboya, berjanji akan mencarikan solusi dan akan mempertemukan warga yang terlibat dalam kegiatan usaha mebel dan kayu. dengan RT 02. Sayangnya, setelah satu minggu ditunggu rencana pertemuan yang dijanjikannya belum juga terpenuhi
Rabu (20/11/2019) awak media OposisiNews mencoba menemui kembali Kepala Kelurahan Karangboyo dan menanyakannya. tapi statmen Nunik Kepala kelurahan Karangboyo, berbeda dengan pertemuan sebelumnya. Janji untuk memfasilitasi dan akan mencari solusi, bertolak belakang dengan kometmen awal.
Nunik yang saat itu didampingi Priyanto (BABINSA) dan Purwanto (Babinkamtibmas), tegas mengatakan tidak akan datang ke RT 02/RW 05 tanpa adanya pengaduan dan permintaan dari warga setempat ke Kantor Kelurahan.
Ketidak pastian sampai kapan penyelesaiannya sengketa terkait dipasangnya papan larangan “TRUCK DILARANG MASUK” rupanya akan terus menimbulkan gejolak di masyarakat yang tidak puas atas kebijakan sepihak ini. Apabila dari pihak Pemerintah kelurahan tidak semangat mencarikan solusi.Dan saatnya Kepala Kelurahan Karang Boyo Nunik, menjemput bola, karena kalau hanya menunggu aduan warga tentu saja akan ketinggalan kereta.
Sesuai fungsi, Pemerintah saatnya menyerap aspirasi dan kondisi masyarakat dibawah, bukan hanya duduk manis di kursi, menikmati apa yang ada. (Berita ini telah disiarkan oleh OposisiNews.co.id. Lalu diedit dan tulis kembali oleh Ajas, sesuai materi dan data yang disampaikan oleh Dwi Purwanto)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *