Suhu Politik Di Pamekasan Memanas, Beredar Pesan Tantangan Carok Dari “Lora”

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Para Ulama’ Pamekasan mendatangi kepolisian

Forum Nusantara – Suhu politik mulai menyita perhatian semua pihak pada proses pilkada serentak 2018 khususnya di Pamekasan, Madura. Pesan singkat melalui WhatsApp akan tantangan carok yang disampaikan “Lora” yakni putra kiai yang merupakan pendukung salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati Pamekasan kepada “lora” atau putra kiai lain yang berbeda dukungan, menjadi perhatian pihak kepolisian.

Pesan tantangan “carok” atau perkelahian dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit melalui pesan rekaman itu disampaikan secara berantai melalui pengguna aplikasi messenger whatshApp masyarakat Pamekasan, dan menimbulkan reaksi emosional sebagian masyarakat Pamekasan. Belum lagi aksi saling hujat di jejaring sosial antarpendukung masing-masing pasangan calon yang menambah situasi semakin memanas.

Situasi politik yang kian memanas seperti tantangan “carok” melalui rekaman pesan media sosial yang dilakukan oleh pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Pamekasan itu, menjadi perhatian tersendiri Kapolda Jatim Irjend Polisi Machfud Arifin.

Bahkan Sabtu (23/6) orang nomor 1 di institusi Polda Jatim itu, turun langsung ke Pamekasan dan Sampang berkoordinasi dengan petugas keamanan setempat, perwakilan institusi penyelenggara pemilu, tokoh masyarakat dan tokoh agama dari dua kabupaten itu.

Kapolda datang ke Pamekasan didampingi Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Arif Rahman. Kedua pejabat di dua institusi berbeda tersebut, langsung menggelar pertemuan terbatas dengan pejabat Polres Pamekasan, dan para kapolres se-Madura (Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan), perwakilan institusi penyelenggara pemilu, panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Pamekasan, tokoh masyarakat dan perwakilan tokoh ulama Pamekasan.

Kapolda meminta dukungan ulama dan semua elemen masyarakat terkait penyelenggaraan pilkada serentak di Jawa Timur yang akan digelar 27 Juni 2018. Sebab, menurut Kapolda, dukungan semua elemen masyarakat dan para ulama sangat berarti dalam menyukseskan pelaksanaan pilkada serentak di Jawa Timur ini yang aman, damai dan kondusif.

Kapolda tiba di Pamekasan sekitar pukul 09.00 WIB, dan hingga pukul 10.30 WIB pertemuan terbatas antara Kapolda dengan pejabat Polres Pamekasan, perwakilan tokoh masyarakat dan tokoh ulama masih berlangsung.

Ketua KPU Pamekasan Moh Hamzah dan Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pamekasan, serta Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Infantri Nuryanto juga hadir dalam pertemuan terbatas dengan Kapolda Irjend Machfud Arifin di aula Mapolres Pamekasan itu.

Setelah melakukan pertemuan terbatas itu, Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Arif Rahman mengunjungi gudang penyimpanan logistik KPU Pamekasan dan melihat secara langsung kesiapan logistik pilkada serentak yang akan digelar 27 Juni 2018.

Kapolda datang ke gudang penyimpanan logistik KPU Pamekasan didampingi Pangdam V Brawijaya Surabaya Mayjen TNI Arif Rahman, Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wiboyo dan Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Infantri Nuryanto, serta sejumlah perwira Polres Pamekasan.

Selanjutnya, Kapolda dan Pangdam V Brawijaya menuju Kabupaten Sampang dan menggelar pertemuan institusi penyelenggara pemilu, Panwaslu dan Forpimda Pemkab Sampang, serta perwakilan ulama Sampang.

Sebagaimana di Pamekasan, di Sampang Kapolda juga menekankan pentingnya peran tokoh informal, yakni ulama berperan aktif mensukseskan pelaksanaan pilkada.

Kapolda Jatim ini juga meminta agar Polres Sampang mempertebal pengamanan saat pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Komitmen tokoh agama dan masyarakat untuk membantu menyukseskan pelaksaan pilkada tanpa konflik, menurut Kapolda sangat penting, disamping tingginya partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya pada pesta demokrasi itu.

Ia juga berharap ada kekuatan masyarakat yang menghendaki perdamaian. Alasan itu disebabkan karena pesta demokrasi adalah pesta kegembiraan rakyat dalam memilih pemimpin. Yang juga perlu diantisipasi pascpencoblosan dan perhitungan suara di Sampang yakni beredarnya informasi yang tidak akurat soal kemenangan pasangan calon. Untuk itu, masyarakat harus menunggu hasil perhitungan langsung dari KPU setempat.@Jn


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *