SumbarToday.Com Diduga Sebarkan Berita Tidak Valid Tentang YTM

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

JAKARTA, FN

Layaknya media yang harus menjunjung tinggi harkat dan martabat PERS, sesuai dengan Undang – Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang PERS serta Kode Etik Jurnalistik; Wartawan Indonesia membuat berita harus berimbang dan tidak ber’itikad buruk, sesuai dengan fakta serta data yang benar dilapangan.

Dalam pemberitaan www.sumbartoday.com, yang berjudul ‘Berkedok Kerjasama, YTM Rampas 642 Sertifikat Masyarakat Manggopoh’, jelas sangat tidak berdasarkan fakta dan data yang valid, alias A1. Seharusnya Redaksi SumbarToday, melakukan chek and richek data yang benar, baru bisa memberitakannya.

Kalau tidak, berita tersebut bisa disinyalir bohong dan telah terjadinya pembohongan publik, walaupun yang komentar dalam pemberitaan tersebut terdapat sumber berita bernama Berri, selaku Ketua DPW PEKAT IB Sumatera Barat. Tentang Berri yang menentang keras tidak ada penyerangan itu sangat bohong sekali, harusnya SumbarToday.Com mencari video di Youtube, tentang kejadian tanggal 16 September 2017 atau berada dilapangan dan/ atau memiliki video pendukung lainnya atau bukti – bukti kuat lainnya, itu baru PERS.

“Jika mendapatkan informasi jangan ditelan mentah – mentah, nanti tercekiknya dia,” ungkap salah seorang wartawan senior kepada Media-Bhayangkara, baru – baru ini.

Diantara yang harus dipelajari oleh Redaksi tersebut, adalah; Putusan Pengadilan Negeri Lubuk Basung No.08/PDT.G/2010/PN.LB.BS. Lalu, Putusan Pengadilan Tinggi DPB No. 47/PDT/2011/PT.PDG, dan juga Putusan Mahkamah Agung (MA) No. 69 K/PDT/2012 dan terakhir Peninjauan Kemballi (PK) Mahkamah Agung (MA) No. 156 PK/ Pdt/2014.

Bahwa, sertfikat yang disebutkan dalam berita yang lansir oleh Redaksi SumbarToday.Com tersebut sudah digugat oleh Ninik Mamak Tanjung Manggopoh. Menurut sumber berita www.media-bhayangkara.com, bahwa sertifikat tersebut dibuat pada masa KUD Manggopoh II saat awal mengelola lahan Ulayat Suku Tanjung dan pada tahun 2001 baru diserahkan oleh KUD tersebut pengelolaannya kepada Ninik Mamak Suku Tanjung, yang kemudian dibuatlah YTM selaku pengelola yang sah secara defacto and de jure.

“Seharusnya SumbarToday.Com, harus ekstra hati – hati sebelum melansir berita yang berhubungan dengan hukum, fakta dan data. Kalaulah itu berita peristiwa, boleh katanya – katanya,” ungkap wartawan itu lagi.

“Didalam Undang – Undang Pokok Pers, ada hak jawab. Tetapi, hak jawab jangan dijadikan tameng, apabila salah dalam membuatkan berita dan berharap sumber berita terkait ingin mengklarifikasinya. Media harus ber’itikad baik dan melakukan chek and richek data dan fakta, jika perlu adanya kelengkapan dokumen, baru setelah yakin silahkan diberitakan. Jangan dipertontonkan dong… kebodohan dihadapan publik,” pungkasnya. (Red/TIM/P-007/Pusat)

Berita terkait:

Dampak Penyerangan YTM, Pesantren Nurul Yakin Mencekam!

Melawan Lupa: YTM Diserang Massa Ormas


Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *