Tangkal Isu Sara dan Ujaran Kebencian di Pemilukada, Humas Polda Gorontalo Gencar Patroli Cyber

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

GORONTALO FN News – berbagai antisipasi telah dilakukan oleh Polda Gorontalo dalam menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman dan kondusif, utamanya menghadapi Pilkada serentak tahun 2018 terjadi di 171 daerah di seluruh Indonesia yaitu 17 Propinsi, 39 Kota dan 115 Kabupaten, termasuk di dalamnya pilwako Gorontalo dan Pilkada Gorut. Pengalaman ataupun peristiwa yang terjadi baik yang berasal dari dalam maupun di luar Propinsi Gorontalo dalam pelaksanaan Pilkada menjadi acuan dalam mengatur pola pengamanan dan antisipasi dampak Kamtibmas yang ditimbulkan.

Bercermin pada pelaksanaan pilkada DKI, dimana isu SARA maupun ujaran kebencian yang disebarkan melalui media sosial menjadi senjata ampuh untuk menjatuhkan lawan politiknya, begitu juga yang terjadi di beberapa wilayah lain yang melaksanakan Pilkada.

Dalam hal ini Polda Gorontalo, terus melakukan langkah antisipasi dengan meningkatkan patroli cyber.

“Kita telah mensosialisasikan kepada seluruh personel Polda Gorontalo untuk menjadi bagian dalam cybertroop Polri yang tugasnya melakukan patroli di dunia cyber, guna mencegah adanya penyebaran konten ataupun  status dan komentar yang bermuatan SARA ataupun ujaran kebencian yang dapat berdampak Kamtibmas, dan tahun ini kita memasuki tahun politik Pilkada, tentunya peran cybertroop Polri sangat penting oleh karena itu kita akan tingkatkan patroli di dunia cyber untuk mencegah beredarnya Isu SARA dan Ujaran kebencian yang dapat menimbulkan gejolak Politik yang berdampak terhadap Kamtibmas di wilayah Gorontalo,” jelas Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu Tri Cahyono,SIK.

Peran serta masyarakat pengguna media sosial, lanjut Wahyu, sangat diharapkan untuk bersama-sama membantu Polri guna melaporkan akun-akun yang sering menyebarkan konten-konten, status, ataupun komentar yang bermuatan SARA maupun ujaran Kebencian yang dapat menimbulkan konflik sosial selama pelaksanaan Pilkada di wilayah Propinsi Gorontalo.

“Dengan banyaknya masyarakat yang bergabung dalam media sosial, ini menjadi kepanjangan tangan Polisi, untuk melaporkan apabila ada akun-akun yang sering menebarkan konten-konten, status ataupun komentar yang berbau SARA maupun ujaran kebencian yang dapat berdampak terhadap Kamtibmas.

Wahyu mengajak seluruh komponen dan berbagai lapisan masyarakat di Provinsi gorontalo untuk bersama-sama dan bahu membahu menjaga daerah yang di juluki serambi medinah ini.

“Mari bersama kita jaga wilayah Propinsi Gorontalo ini agar tetap aman dan kondusif, jangan Pilkada membuat kita menjadi bermusuhan hingga menciderai kerukunan yang sudah terjalin selama ini,” tandas Wahyu tersenyum.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *