Tidak Lagi Disubsidi Pemda, PGRI Kabupaten Gorontalo Tetap Solid dan Kuat

oleh

GORONTALO FN News – Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, PGRI Kabupaten Gorontalo yang biasanya dibantu dana dari Pemerintah Daerah, ditahun 2018 ini, PGRI yang memiliki anggota terbanyak di Provinsi Gorontalo ini, tidak lagi disubsidi anggaran.

Hal ini diungkapkan Ketua PGRI Kabupaten Gorontalo, Hj. Rahmijati Jahja, pada kegiatan Konferensi Kerja PGRI Ke 5 (9/5).

“Ini curhatan saya ke rekan-rekan guru dan menjadi salah satu isu. Biasanya setiap tahun kita di bantu pemerintah daerah, mulai dari besaran 50 juta, 100 dan sampai 120 juta,” ujar Rahmi.

Memang diakui rahmi, PGRI memiliki dana dari iuran para anggota tapi dengan naiknya kebutuhan dan harga barang, belum lagi iuran yang masuk harus di bagi ke PB PGRI dan ke PGRI provinsi. Dengan dana yang minim tersebut, roda organisasi yang merupakan wadah para guru ini harus tetap eksis dan jalan disesuaikan dengan kemampuan yang ada.

Namun bagi anggota DPD RI ini, berbagai kekurangan yang ada tidak menjadi kendala dan hambatan bagi PGRI.

“Meski kita tidak punya apa-apa, kami (PGRI-red) tetap solid, dan kuat. Harapan kami sudah pupus, tapi saya sampaikan ke rekan-rekan guru, Selama saya masih berdiri tegak, organisasi ini tetap jalan, banyak program dan kegiatan yang tetap kami akan laksanakan, seperti kegiatam Konferensi pada hari ini, tegas Rahmijati.

Salah satunya menurut Rahmijati, pendidikan karakter di kalangan anak didik di Kabupaten Gorontalo.

“Karena dengan karakter, orang atau anak yang punya karaktet baik, pasti moralnya baik. Meski punya nilai tinggi, kalau anak tersebut tidak punya moral? Nah itulah maksudnya pendidikan bermutu,” tandas Rahmijati tersenyum.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *