UIT Gelar Dialog Bersama Dengan Tema: “Politik Itu Keren”

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

MakassarFN.News.Com –
Universitas Indonesia Timur menggelar dialog bersama dengan mahasiswa di kampus 1 ruang konsentrasi jl. Rapppicini Raya makassar, Sabtu 30/11/19. Dengan mengusung tema “Polihik itu Keren”, dialog ini dipandu oleh moderator Ariep Budiman dan Jaringan Demokrasi(JADI) Sul-Sel. Adapun narasumber dialog ini diantaranya Ketua KPU Sul-Sel, Faisal Amir, Anggota bawaslu Sul-Sel Asriadi, Pengurus PKB Sul-Sel Haikal, Dosen ilmu pemerintahan, Fisipol UIT Ashar Aljurida dan sekertaris presedium JADI Sul-Sel Attahiria Nas.

Wakil Rektor IV UIT Zulkarnaen Hamson mewakili Rektor membuka axara ini secara resmi, Iapun berharap dialog ini bisa bermanfaat bagi para mahasiswa, dengan dialog bersama mahasiswa ini, kami berharap para narasumber dari KPU, Bawaslu, Partai Politik dan JADI, bisa memberikan kajian-kajian bahwa politik itu keren” pungkasnya.

Ketua KPU Sul-Sel Faisal Amir menyampaikan bahwa politik harus di pandang dengan paradigma yang keren, di momentum ini dijadikan pesta untuk memilih wakil rakyat maupun kepala daerah dan negara. Olehnya itu kata dia, diperlukan peran generasi muda seperti dari kaum mahasiswa untuk ikut terlibat dalam politik yang berintegrasi.
“Semua warga negara punya hak memilih, memilih itu adalah hak, datang memilih di TPS itu kewajiban” Tegasnya.

Asriadi memaparkan “Politik merupakan cara yang di gunakan seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan” ujarnya. Saat ini, kata dia, ada dua macam model politisi yakni, positif dan negatif. Dirinyapun mengajak agar hadir untuk memperbaiki sistem politik yang buruk, “Untuk menjadi politisi dibutuhkan tiga hal yakni, kecerdasan, keberanian(membuat cara berfikir yang baik) serta berintegritas (kejujuran)” Sebutnya.

Ashar Aljurida menyampaikan dimasa tradisi yunani kuno, ada kebiasaan masyarakat senang membicarakan sesuatu tentang kemaslahatan bersama dengan cara mereka berkumpul dan melakukan tukar fikiran. “Politik itu berbicara gagasan yang ditawarkan ke masyarakat untuk memecahkan masalah politik, Salah satu yang merusak tatanan sistem demokrasi di indonesia adalah adanya ketidak jujuran dalam politik, saya berharap para mahasiswa bisa berkomitmen bahwa lebih meningkatkan partisipasi politik sebagai warga negara.” Ungkapnya.

Attahira Nas menambahkan, bahwa JADI hadir memasuki kampus-kampus untuk kembali membangun kepercayaan mahasiswa tentang politik. “Indikator politik keren yakni ada transparansi, akuntabilitas(pertanggung jawaban, ada koordinasi) serta partisipasi dan harapan saya mahasiswa mengambil peran di dalamnya kerja-kerja politik minimal sebagai penyelenggara” Pungkasnya.

Turut hadir dalam acara dialog ini, Dekan Fisip UIT Nani Herlina, ketua presidium JADI Sulawesi Selatan Mardiana Rusli serta para dosen dan mahasiswa UIT.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *