Ungkap Kasus Diduga Tindak Pidana Penggelapan Polsek Sunda Kelapa Gelar Konferensi Pers

oleh

 

Ungkap Kasus Diduga Tindak Pidana Penggelapan Polsek Sunda Kelapa Gelar Konferensi Pers

 

Polsek Sunda Kelapa Saat Gelar konferensi Pers Pengungkapan Kasus Diduga Tindak Pidana Penggelapan, Selasa 28/08/2018 Foto Dukumentasi FN-Jakarta

 

JAKARTA – Forum Nusantara, Selasa 28/08/2018 Polsek Sunda Kelapa yang dipimpin Kapolsek Sunda Kelapa, ” Kompol Netty Rosdianan Siagian ” pimpin konferensi pers terkait pengungkapan kasus diduga tindak pidana penggelapan.

Kejadian berawal Pada hari Rabu tanggal 15 Agustus 2018 sekira pukul 17.00 Wib Polsek Sunda Kelapa te1ah melakukan upaya Penangkapan terhadap 5 (lima) orang pelaku yang diduga melakukan tindak pidana Penggelapan dan Penadahan terhadap 1 (satu) unit mobil Melk HINO model Tronton Dump Truck No. Pol : B 9530 FYV atas nama PT. Sino Persada Indonesia berikut muatan pasir sebanyak 22,56 m3 (Dua puluh dua koma Iima puluh enam meter kubik).

 

 

Kronologis kejadian sejak pada hari Kamis tanggal 05 Juli 2018 Polsek Sunda Kelapa telah menerima Laporan diduga tindak pidana Penggelapan terhadap 1 (satu) unit mobil merk HINO Type FM8JN1D-EGJ (6X4) model Tronton Dump Truck No. Pol : B 9530 FYV tahun 2017, wama Hijau, Nomor Rangka MJEFM8JN1HJE13539 No. Mesin : JO8EUFJ80497 atas nama: PT. Sino Persada Indonesia alamat : Jl. Cempaka Raya Rt. 01/01 Jatimulya Tambun Selatan Bekasi, berikut muatan pasir sebanyak 22,56 m3 (Dua puluh dua koma lima puluh ena meter kubik).

 

 

Penggelapan teriadi pada hari Jumat tanggal 29 Juni 2018 jam 10.00 Wib di Pangkalan Pasir J1. Raya Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta Utara. Selanjutnya atas dasar laporan tersebut Polsek Sunda Kelapa segera menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan serta penyidikan dan berhasil melakukan penangkapan terhadap 5 (Iima) orang tersangka antara lain berinisial YM als 0 sebagai pengemudi Truck, RM als B sebagai Kenek Truck, M sebagai penghubung antara pengemudi dengan pembeli Truck, s als H sebagai penghubung dengan pembeli Truck, dan AR sebagai pembeli Truck.

Barang bukti yang berhasil diamankan berupa 1 (satu) Unit mobil merk HINO Type FM8JN1D-EGJ (6X4) model Tronton Dump Truck dengan menggunakan Plat Nomor Polisi No. Pol : F 8827 SS tahun 2017, warna Hijau.

 

 

Tersangka YM alias O sebagai pengemudi Truck bersama tersangka RM alias B sebagai Kenek Truck dan tersangka RW als E (DPO) mempunyai rencana akan melakukan penggelapan dengan cara menjual Dump Truck Tronton tersebut.

Kemudian pada hari Jumat tanggal 29 Juni 2018 sete|ah tersangka YM als 0 membawa muatan pasir sebanyak 22.56 M3 dengan mengemudikan Truck, selanjutnya menghubungi tersangka MY (DPO) dan kesepakatan bertemu di Rest Area Tol Karang Tengah

Dan para tersangka (YM als 0, RM als B, RW als E, (DPO) dan H serta R (DPO) bertemu di Rest Area tevsebut. Dan hasil kesepakatan para tersangka dimana akan menjual Dump Truck Tronton tersebut, kemudian tersangka R (DPO) menghubungi pembeli dalam hal ini tersangka S als H yang tinggal di daerah Sukabumi Jawa Barat.

Dan hasil penawaran tersangka s als H sanggup membeli Dump Truck tersebut sebesar Rp 90.000000 (sembilan puluh juta rupiah) selanjutnya Dump Truck No Pol : B-9530-FYV dibawa para tersangka YM , RM, dan Rw (DPO) ke Sukabumi Jawa Barat namun pada saat di daerah Bogor tersangka YM als 0 menjual Muatan Truck berupa pasir sebanyak 22,56 M3 dipinggir jalan kepada orang yang tidak dikenal Identitasnya selanjutnya Dump Truck tersebut dibawa ke daerah Sukabumi

Pada hari Sabtu tanggal 30 Juni 2018 setelah sampai di Sukabumi tersangka MY (DPO) dan R (DPO) dengan membawa Truck tersebut dan bertemu dengan tersangka S als H sedangkan tersangka YM, RM dan RW menunggu di Warung pinggir jalan, kemudian tersangka S als H menjual Dump Truck tersebut kepada tersangka AR sebesar Rp 120.000.000 (seratus dua puluh juta) dan baru dibayar sebesar Rp 90.000000 (sembilan puluh juta rupiah) sisanya Rp 30.000000 (tiga puluh juta) akan dibayar dengan cara dicicil, kemudian setelah tersangka S als H menerima uang dan langsung menyerahkan uang sebesar Rp 90.000.000 (sembilan puluh juta rupiah) kepada tersangka MY (DPO) dan tersangka R (DPO), selanjutnya tersangka MY (DPO) menyerahkan uang kepada YM als 0 sebesar Rp 10.000.000 (sepuluh Juta rupiah) untuk dibagi kepada tersangka RM dan RW (DPO) sedangkan kepada tersangka M sebesar Rp 4.000.000 (empat juta rupiah) dan tersangka R (DPO) sebesar Rp 2.000.000 (dua juta rupiah)

Setelah tersangka AR membeli dan menguasai Dump Truck tersebut kemudian menghilangkan ciri-ciri dari Dump Truck tersebut dengan cara menambah wama cat serta mengganti Plat Nomor No Pol Dump Truck dari No Pol B9530-FYV menjadi No Pol F-8827-SS disertai dengan menggunakan Buku KIR dan STNK palsu dengan maksud dan tujuan untuk menghilangkan jejak serta menghindari agar tidak diketahui oleh pemilik mobil Dump Truck dan pencarian dari Polisi.

Akibat dari perbuatan tersebut, pemilik Dump Truck Pt. Sino Persada Indonesia mengalami kerugian sebesar Rp 756.000.000 (tujuh ratus lima puluh enam juta rupiah)

Barang bukti yang disita, berhasil diamankan polisi yakni, : 1 (satu) unit mobil merk HINO wama Hijau beserta kunci kontak, 1 (satu) buah Buku KIR, 1 (satu) buah FC STNK, 1 (satu) buah HP merk OPPO A83 warna Gold dengan Sim Card Telkomsel, 1 (satu) buah Hp merk Samsung J2 Prime wama hitam, 1 (satu) buah HP merk ADVAN HEMER dengan Sim Card XL dan lndosat, 1 (satu) buah HP merk LG dengan Sim Card AS dan IM3, 1 (satu) buah HP Merk Nokia, 1 (satu) pasang baju lengan panjang, dan 1 (satu) lembar surat jalan DO.

Pasal yang disangkakan terhadap tersangka YM als O dijerat dengan Pasal 372 KUHP, tersangka RM als B dijerat Pasal 372 KUHP, tersangka M dijerat pasal 55 Jo Pasal 372 dan Jo Pasal 480 KUHP dan tersangka S als H dijerat pasal 55 Jo pasal 480 KUHP serta tersangka AR dijerat pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman masing-masing 4 (empat) tahun penjara, tutup Kapolsek.

GUNTUR