Ungkap Kecurangan Pilkada Kabupaten Batubara, ” Rahmadsyah ” Di Laporkan Ke Polisi Oleh Ketua Tim Pemenangan Paslon Zahir – Oky

oleh

Ungkap Kecurangan Pilkada Kabupaten Batubara, ” Rahmadsyah ” Dilaporkan Ke Polisi Oleh Ketua Tim Pemenangan Paslon Zahir – Oky

 

 

JAKARTA – FN  Jumat (06/07/2018) Pengungkapan “Kecurangan Pilkada Batubara”, yang dilakukakan oleh, Rahmandsyah salah seorang dari anggota Relawan DARAJAD (Didukung Partai Demokrat, Golkar dan PKPI), malah membuatnya dilaporkan ke Polisi oleh Ketua Tim Pemenangan Paslon Zahir – Oky Selasa (3/07/2018).

 

Perhelatan pesta demokrasi Pilkada Batu Bara 2018 yg diharapkan berlangsung Jurdil (Jujur dan Adil) ternyata masih ditemukan adanya berbagai kecurangan. Kecurangan – kecurangan tersebut sangat nampak  dan bahkan berhasil didokumentasikan oleh Rahmadsyah.

 

Ciibiran dari masyarakat pun mencuat ke permukaan sebagai reaksi negatif atas dugaan keterlibatan para oknum Polres Batu Bara dalam memenangkan Paslon No. 3 (Zahir-Oky), termasuk kepada Paslon dan Timsesnya yg melakukan kecurangan  tersebut, “Sinisme itu dinilai  wajar  ketika masyarakat berupaya untuk belajar berdemokrasi secara baik, tapi di lain sisi malah terkesan sengaja dirusak dengan cara – cara yang curang dan tak terhormat.

 

 

Menurut Rahmadsyah : “Kecurangan- kecurangan yang terjadi itu dapat dikatakan hampir merata  di beberapa aspek, diantaranya  banyaknya ditemukan formulir C1 dalam bentuk foto copy, padahal form C1 sudah tercetak dilengkapi dengan logo KPU dan hologram.”

 

“Demikian pula halnya pada C1, didapati ada logo KPU yang tidak sama dengan logo asli, lebih parah lagi juga ditemukan di TPS 6 Desa Sei Balai Kec. Sei Balai, dimana dalam C1 nama saksi dan tanda tangan saksi serta jumlah perolehan suara berbeda.” ujarnya.

 

Rahmadsyah yang juga Wakil Sekjend DPP Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 (LAKI P 45) selanjutnya mengatakan, “Lain lagi halnya yang terjadi di TPS 2 Desa Guntung Kec. Tanjung Tiram, ditemukan bahwa C1 dalam bentuk foto kopi dan nama Paslon malah ditulis tangan, seharusnya sudah tercetak.

 

Kecurangan pun semakin menjadi – jadi, misalnya pada TPS 12 Kelurahan Lima Puluh Kota jumlah DPT 29XX, akan tetapi surat suara yg ada hanya 201 surat suara (terdapat selisih kekurangan surat suara sebanyak 93 surat suara). Tak hanya itu ditemukan pula anak kunci dan gembok tidak sama dan tidak bisa dibuka, sehingga harus dibuka dengan menggunakan alat atau dibuka secara paksa.

 

Sementara tempat ” TPS ” yg berbeda yakni di Kelurahan Lima Puluh Panwas, melarang C1 diberikan kepada saksi, Indikasi kuat dugaan terjadi money politik tak hanya terjadi dengan cara siraman amplop berisi uang dalam nominal yg bervariasi yg dilakukan pada saat mati lampu menjelang magrib (tgl 26 Juni 2018 mulai pukul 18.30 s/d 20.30 Wib) di hampir sebagian besar wilayah Kab. Batu Bara.

 

Luar biasa sistematisnya cara – cara  yang dipraktekkan Paslon No. 3 itu, sementara masyarakat luas menduga adanya konspirasi  antara Paslon No. 3 dengan pihak PLN Batu Bara. Mereka lupa diri dan lupa apa yang diperbuatnya kini, kelak akan ia pertanggung jawabkan.

 

Rakyat menginginkan demokrasi yang damai, berkualitas, berintegritas, jujur dan komitmen keterlibatan semua pihak, mulai penyelenggara pemilu, peserta pemilu, unsur pemerintah dan stakeholder lainnya untuk bersama-sama mewujudkan pemilu yang demokratis dan berkeadilan.”

“Apabila temuan – temuan kecurangan yang dilaporkan ke Panwaslu terbukti, KPUD Batubara harus segera melakukan pemilihan ulang.” pungkas Rahmandsyah

GUNTUR