UPT .Dispertan Kabupaten Probolinggo Disinyalir Alihkan Fungsi Program Penangkaran Holtikultura Di Desa Ceppoko Kec.Sumber

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Probolinggo,Forum Nusantara news.com-Upaya pemerintah untuk memperhatikan petani, khususnya dilahan yang potensial ditanami sayur mayor (dataran tinggi) hingga saat ini masih intens dengan program yang mengarah pada kesejahteraan para petani. Berbagai program yang digelontorkan pemerintah baik pusat maupun daerah yakni adanya program penangkaran bibit tertentu yang diharapkan meningkatkan perekonomian para petani. Seperti yang dilaksanakan UPT Holtikultura Dispertan kabupaten Probolinggo dengan penangkaran Kentang di desa Cepoko kecamatan Sumber kabupaten Probolinggo. Ironisnya bukan kentang yang ditanam sebagai obyek penangkaran, namun oleh UPT diganti jenis lain yakni Kubis. jadi lahan seluas 5 Hektar untuk yang sedianya dijadikan lokasi penangkaran bibit kentang tersebut, sekarang ditanami kubis.
Arif Rachman selaku Kepala UPT Holtikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo di Kecamatan Sumber saat dikonfirmasi terkait hal tersebut seolah menghindar untuk diwawancarai.
Selain itu, ternyata Arif juga menyewa lahan kepada warga setempat seluas 1 hektar dengan biaya sewa 2 juta per panen . Persoalan ini sebenarnya tidak akan mencuat ketika Arif tidak menggunakan tenaga khusus untuk program penangkaran dilahan yang secara pribadi dia sewa. Tenaga untuk menanam kentang di lahan mlik Pak Arif diambilkan dari tenaga program penangkaran Dispertan. Yang jelas ini mengambil kesempatan dari sebuah program yang seluruhnya melalui perencanaan.Ujar salah satu tokoh Masyarakat desa Cepoko seperti disampaikan pada Forum Nusantara.
Arif Rachman selaku kepala UPT Dispertan kecamatan Sumber selalu tidak mengindahkan ketika akan dikonfirmasi baik secara langsung dengan mendatangi kantor UPT maupun melalui sambungan telepon. Bapak sedang keluarUjar salah satu pekerja yang ditemui dilokasi penangkaran.
Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo, Nanang Trijoko Suhartono saat akan dikonfirmasi terkait temuan tersebut, ternyata tidak merespon. Begitu juga ketika dihubungi melalui aplikasi Whattapps juga tidak membalas.
Terhadap temuan dilapangan tersebut, menunjukkan bahwa masih terlihat tumbuh suburnya korupsi bahkan ditingkat bawah. Kejadian ini membuat keprihatinan pemerhati pertanian khususnya di kabupaten Probolinggo. pengalihan bibit pada item lain sebenarnya tidak bisa dilakukan seenaknya. Kalau satu item yang ada pada program penangkaran ya item tersebut yang harus ditanam, bukan malah dialihkan ke bibit jenis lain.Ujar Ir Misman, pemerhati pertanian di Probolinggo saat memberikan tanggapannya atas kasus tersebut. (Sin)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *