Vonis Rehab pada terdakwa narkoba, Kejari Surabaya tempuh upaya hukum banding

oleh
Gambar Ilustrasi, dok.harian Bhirawa
Gambar Ilustrasi, dok.harian Bhirawa

SURABAYA – (FN), Jaksa penuntut Umum (JPU) Marsandi nyatakan tempuh upaya hukum banding atas Vonis rehab yang dijatuhkan oleh majelis Hakim dalam persidangan yang di gelar di pengadilan Negeri Surabaya (12/10) lalu.

Terdakwa Penyalahguna narkotika tersebut ialah Taufiq Vidar Anugrah (24) warga kendung Surabaya. Upaya hukum banding itu diketahui telah didaftarkan oleh JPU per tanggal 16 Oktober 2017.

Sebelumnya, Jaksa Marsandi menjerat terdakwa menggunakan Dakwaan Pasal tunggal, yakni pasal 112 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

Disingung terkait alasan upaya hukum banding, Marsandi mengaku karena dalam dakwaan, terdakwa hanya di jerat menggunakan dakwaan pasal tunggal.

” Tidak ada pasal 127 cuma 112″ singkat Marsandi saat ditemui di PN Surabaya, Kamis, (02/11/17).

Masih kata Marsandi, bahwa terkait vonis rehabilitasi pada terdakwa yang kini dirawat di RS Jiwa di Malang itu, dirinya mengaku hanya sebagai eksekutor yang wajib menjalankan putusan hakim.

” saya hanya menjalankan putusan hakim dan masih ada upaya hukum banding juga kasasi nantinya ” imbuhnya.

Diketahui dalam surat dakwaan sebelumnya, Terdakwa Taufiq ditangkap oleh satreskoba Polres Surabaya tanggal 15 Juli, 2017 pukul 23:00 WIB. Di Jl alas malang, Sememi,Surabaya.

Taufiq ditangkap oleh petugas saat dirinya berada didalam mobil Suzuki merk Ertiga bernomor polisi L 1893 YG.

Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti Narkotika jenis sabu dengan berat kurang lebih 0,25 (nol koma dua puluh lima) gram bersama pembungkusnya, juga sebuah unit HP merek Samsung yang digunakan oleh terdakwa berkomunikasi untuk membeli shabu pada bandar.

Saat diinterogasi petugas terdakwa mengakui bahwa sabu tersebut miliknya diperoleh dengan cara membeli pada seseorang bandar bernama ROBIN (belum tertangkap/DPO) seharga 200 ribu Rupiah.

Atas Perbuatannya memiliki narkotika jenis sabu tersebut, terdakwa mengakui bahwa dirinya tidak mempunyai surat izin dari pejabat yang berwenang.

Terdakwa juga mengakui bahwa dirinya jug tidak sedang dalam masa rehabilitasi karena kecanduan Narkoba, dan juga tidak pernah melaporkan dirinya sebagai pecandu Narkoba kepada IPWL (Instansi Penerima Wajib lapor).@(jun/Fajar)


Related Post