Wayan Titip: Perilaku Ratna Sarumpaet, Wajib Dikenakan Sanksi Hukum

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Ratna Sarumpaet/alenia foto

SURABAYA (FN News.com) — Praktisi hukum Universitas Negeri Airlangga (Unair) Surabaya, Wayan titip Sulaksana mengatakan, kebohongan yang disebarkan oleh Ratna Sarumpaet, terkait kabar Hoax penganiayaan dirinya telah membuat kegaduhan Nasional.

Wayan menegaskan, Ratna Sarumpaet wajib dikenakan Sanksi hukum yang berlaku.

” Terjadi kegaduhan nasional, Prilaku Ratna wajib dikenakan sanksi hukum sesuai dengan UU ITE dan KUHPidana.” Papar Wayan Titip, Jum’at (5/10/18).

Dijelaskan Wayan, Ratna Sarumpaet telah menyebarkan berita bohong, bahwa dia dikeroyok oleh oang tak dikenal, ketika berada di luar bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Jawabarat. Pada 21 September 2018.

Dari pengakuannya itu, Ratna juga memperlihatkan gambar dan foto-foto seolah wajahnya mengalami luka lebam seperti habis dianiaya, Padahal hal itu, akibat dari operasi bedah plastik yang ia jalani beberapa pekan lalu.

Diketahui sebelumnya, Ratna selalu mengalami persekusi dan penghadangan serta pengusiran di berbagai daerah, karena mensosialisasikan #2019 ganti presiden.

Pihak yang melakukan persekusi itu ditengarai adalah dari kelompok pendukung lawan Capres Prabowo-Sandi.

Kabar bohong yang dibuat oleh Ratna Sarumpaet, terkait penganiayaan itu menurut Wayan, berimbas pada kubu Prabowo Subianto, yang spontan bereaksi tanpa meneliti kebenaran berita yang dibuat oleh Ratna.

” Prabowo juga terkena imbasnya, spontan bereaksi tanpa meneliti dahulu” Ujar Wayan.

Sementara itu, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian mengatakan, aktivis Ratna Sarumpaet telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Namun, penetapan tersangka pada Ratna bukan karena kabar bohong yang ia sebarkan melainkan karena ia mangkir dari panggilan polisi.

Jerry mengatakan, sebelumnya polisi memanggil Ratna untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks yang sudah dalam tahap penyidikan.

Namun, Ratna tidak memenuhi panggilan tersebut, sehingga ia ditangkap polisi di Bandara Soetta, Tangerang, Banten saat ia hendak berangkat ke Chilie, pada 4 Oktober 2018.

Informasi terakhir, penyidik telah menjerat Ratna dengan pasal 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan pasal 28 UU Informasi dan Transaksi Elektronik.@ [Ahay/Jn]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *