Mengsinergikan Program SMK di Masa Pandemi


GORONTALO FN News – Masa pandemi covid-19 saat ini berpengaruh pada pelaksanaan berbagai program dan kegiatan yang telah ditetapkan pada Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo.

Kepala Bidang SMK, Ernawati Panu, M.Pd menyampaikan program pengelolaan pendidikan sekolah kejuruan yang dilaksanakan terbagi dua yakni pembinaan minat bakat dan kreativitas yang didalamnya pelaksanaan lomba-lomba dan pendidikan karakter.

“Seperti lomba kompetensi siswa, Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Jenjang SMK yang merupakan wahana unjuk keterampilan bidang seni bagi siswa siswi SMK perwakilan dari seluruh Indonesia, Kompetisi Olahraga Siswa Nasional Sekolah Menengah Kejuruan (KOSN-SMK), lomba seni,” jelasnya, Rabu (10/02/2021).

Kemudian lanjutnya, kurikulum dan penilaian didalamnya ada pendidikan vokasi dan prakerin. Vokasi melaksanakan kegiatan sertifikasi bagi siswa sampai selesai melaksanakan studi memperoleh sertifikat sesuai kompetensi.

“Prakerin kegiatan berupa bantuan kepada 1000 siswa kurang mampu, sebesar 400 ribu perorang,” imbuhnya.

Dijelaskan, dengan situasi saat ini kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara daring guna pencegahan penyebaran wabah covid-19.

“Termasuk kegiatan pendidikan karakter kepada siswa juga dilakukan secara daring, dimana setiap sekolah melalui perwakilannya dua orang siswa yakni Ketua dan Wakil ketua OSIS ditambah satu guru pembimbing. Sehingga dari 56 SMK tersebut ada total 130 peserta untuk kegiatan tersebut,” terang Ernawati.

Ia menyampaikan, bidangnya terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan seluruh kepala SMK dalam rangka membahas kegiatan-kegiatan termasuk hambatan serta kendala yang dihadapi.

“Bila ada hal atau kegiatan yang mendesak, kami dari dinas cukup mengundang ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) sebagai perwakilan dari 6 kabupaten kota SE provinsi Gorontalo,” sambungnya.

Ernawati menambahkan, jumlah SMK di Provinsi Gorontalo mencapai 56 sekolah yang terdiri dari 40 negeri dan 16 swasta. Tren anak didik untuk memilih sekolah kejuruan dari tahun ke tahun tetap memperlihatkan hal yang positif.

“Sekolah-sekolah favorit masih mendominasi dari jumlah siswa yang masuk, termasuk juga ke sekolah swasta, khususnya beberapa SMK yang fokus pada bidang kesehatan dan pertanian,” katanya.

Ia mengungkapkan, anak didik yang menentukan pilihannya ke SMK dalam melanjutkan studi memiliki banyak keunggulan, menguasai keahlian kejurusan, pelajar SMK memiliki kemampuan dibidang yang diminatinya, pelajaran praktek Lebih diutamakan, merasakan praktek kerja langsung (Prakerin), siap untuk bekerja setelah lulus, peluang Membuka Usaha Lebih Mudah.

“Keahlian yang dimiliki selepas dari SMK itu memang sudah memiliki standar yang bisa bersaing di dunia kerja. Wajar saja lulusan SMK bisa langsung mendapatkan kerja setelah tamat sekolah. Namun jika setelah lepas SMK ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, peluang itu tetap terbuka lebar,” tutupnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *