Menu Click to open Menus
Home » Daerah » Oknum Kades Berdalih Mengatasnamakan “Kejati Riau” Ketika Di Konfirmasi Wartawan

Oknum Kades Berdalih Mengatasnamakan “Kejati Riau” Ketika Di Konfirmasi Wartawan

(58 Views) Agustus 27, 2019 3:55 am | Published by | No comment

Reporter:MHA

Kampar,Riau|FNNews – Ratusan triliun rupiah yang telah digulirkan pemerintah pusat untuk pembangunan desa selama hampir lima tahun terakhir ini merupakan wujud kehadiran negara terhadap pembangunan desa dan masyarakatnya. Presiden Joko Widodo mengatakan, membangun desa-desa yang ada di seluruh Indonesia, sama artinya dengan membangun negara ini.

Untuk diketahui, hingga tahun 2019 ini, sebanyak Rp257 triliun lebih kurang anggaran disalurkan pemerintah pusat bagi desa-desa di seluruh Indonesia yang jumlahnya mencapai 74.900 desa.

Anggaran itu dimaksudkan agar desa memiliki sumber daya yang memadai untuk membangun sendiri wilayahnya.

Hal ini disampaikan Presiden Republik Indonesia dalam pidatonya saat hadir dalam acara Silaturahmi Nasional Pemerintah Desa se-Indonesia yang digelar di Stadion Tenis Indoor, Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Rabu, 10 April 2019.

Disisi lain, dalam arahan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, mengucapkan terima kasih terhadap insan pers pada momentum Hari Pers Nasional yang lalu.

Demi menghadapi kemajuan teknologi, Eko berharap media dapat beradaptasi dan menuntut insan pers untuk terus berinovasi.

Menurut Eko, peran pers Indonesia sangat besar dalam menginformasikan keberhasilan program di desa-desa seluruh tanah air. Demikian dikatakan Mendes PDTT saat mendampingi Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Danau Cimpago, Pantai Padang, Sumatera Barat.

Namun ironisnya, hal ini belum terlihat penerapannya di Pemerintahan Desa Tanjung Harapan Kec.Kampar Kiri Kab.Kampar yang dinaungi Kepala Desa berinisial SP.

Pasalnya, Selasa (21/08/2019) usai melaksanakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 74 Tahun pada Tgl 17 kemarin. Warga Pemerintahan Desa Tanjung Harapan Kec.Kampar Kiri mengeluhkan terkait kegiatan pembangunan dan pembinaan hingga keterbukaan informasi publik Pemerintahan Desa Tanjung Harapan kepada masyarakat diduga terkesan tertutup dan bersifat privasi.

Dimana, warga yang enggan disebutkan identitasnya sesuai dukungan aturan kode etik jurnalistik agar dirahasiakan, mengeluhkan kepada wartawan “pembangunan serta kegiatan-kegiatan yang ada di desa terkesan seperti ada yg dirahasiakan dari masyarakat, sehingga kami tidak tahu proses-proses keterbukaan informasinya.”

Ditambah lagi dengan adanya indikasi dugaan pelarangan atau menghalangi masyarakat dalam menggunakan atau memakai hasil dari pembangunan  yang direalisasikan pemerintah pusat melalui dana desa demi penunjang perekonomian masyarakat sendiri.

Demikian diimbuhkan warga tersebut, kepada wartawan (20/08) saat menjalankan fungsi peran persis sebagai kontrol sosial di Desa Tanjung Harapan Kec.Kampar Kiri Kab.Kampar Provinsi Riau.

Sedangkan menurut Mendes PDTT Republik Indonesia, peran masyarakat yang aktif dan partisipatif sangatlah berhak terhadap langkah evaluasi dalam koreksi dan rekomendasi terkait efektifitas regulasi kepada pemerintahan desanya.

Mendapati akan adanya kejanggalan dalam realisasi pembangunan di Desa Tanjung Harapan seperti yang dikeluhkan warfa tersebut, Kepala Desa Tanjung Harapan, SP ketika ditemui ke Kantor Desa yang sudah tutup pada Pukul 15.00 WIB, lanjut ke kediaman Kepala Desa yang juga tidak berada ditempat. Dan hanya ditemui Istri Kepala Desa Tanjung Harapan, “Bapak keluar ada acara pelepasan anak KKN di Kantor Camat Kampar Kiri, Lipat Kain.”

Lanjut, wartawan menghubungi Kepala Desa Tanjung Harapan via Ponselnya dengan tujuan konfirmasi sesuai kode etik jurnalis dan UU Pers pada (20/08) Selasa sore, menjawab dengan kesan diduga berdalih mengatasnamakan pihak Kejaksaan Tinggi Provinsi Riau.

“Siapa yang melapor, kalau satu dua orang itu bukan warga namanya. Kebetulan saya lagi sama abang saya orang Kejaksaan Tinggi Riau, pembangunan dimana yang dilaporkan warga tersebut?. Nih ngomonglah langsung sama abang saya orang kejaksaan ini.” Ujar Kades Tanjung Harapan, SP menyerahkan Ponsel nya kepada Oknum yang mengatasnamakan pihak Kejaksaan Tinggi Riau dengan nada tinggi dan berkesan mengeluarkan kata-kata kotor yang diduga bukan seperti seorang pejabat atau terpelajar.

“Kau siapa? Apa urusan Kau sama adik saya ini (SP, Kades Tanjung Harapan). Saya Rahman dari Kejaksaan Tinggi Provinsi Riau. Apa urusanmu nanya saya dibagian apa? (Lanjut mengeluarkan kata kotor dengan nada tinggi).” Gertak oknum yang mengatasnamakan Pihak Kejaksaan Tinggi Provinsi Riau tersebut.

Mendapati perihal perlakuan yang diduga terkesan berdalih atasnama pihak Kejaksaan Tinggi Riau ketika dikonfirmasi wartawan (20/08), lanjut akan disondingkan dengan pihak Kejaksaan sebagai salah satu pengawasan pembangunan desa atas adanya dugaan pendalihan dari Kepala Desa Tanjung Harapan tersebut.


Categorised in: ,

No comment for Oknum Kades Berdalih Mengatasnamakan “Kejati Riau” Ketika Di Konfirmasi Wartawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *