PEMUDIK ANTUSIAS DIKARANTINA

Silahkan bisa Share di :

SUYANTO KEPALA DESA KALIOMBO PURWOSARI

Bojonegoro, Forumnusantaranews : Desa Kaliombo kecamatan Purwosari Bojonegoro adalah salah satu desa yang melakukan isolasi mandiri.Pemerintah desa sadar akan tingginya potensi penyebaran Covid-19 di wilayah Jawa Timur, menyusul banyaknya pemudik yang pulang ke kampung halaman. . Hingga saat ini, ada sekitar 38 orang pemudik yang pulang kampung ke Desa Kaliombo.

Tempat Karantina SDN Kaliombo Purwosari

Ruang Karantina Bersih dan Rapih

Mereka (Pemudik/redaksi)berasal dari bebarapa kota di pulau Jawa, seperti Jakarta, Semarang, dan Surabaya, yang merupakan episentrum terbesar persebaran virus Covid-19, atau virus corona. Selain mengisolasi, pemerintah desa juga telah menyiapkan ruang karantina bagi Pemudik serta menjaga kemungkinan bagi warga yang terinfeksi Covid-19.

Ruang Karantina yang dijadikan adalah ruang kelas Sekolah Dasar Negeri Desa Kaliombo dan telah mendapat ijin resmi dari Kepala Sekolahnya..

“Alhamdulillah hingga saat ini, tidak ada warga Desa Kaliombo  yang dinyatakan positif terinfeksi virus Covid-19 atau virus corona,”kata Suyanto Kepala Desa Kaliombo yang baru menjabat dua bulan yang lalu.Rabu,20/05/2020

Pemudik antusias dan merasa nyaman di tempat Karantina

Menurutnya, diawal pelaksanaan Karantina terhadap pemudik sedikit mengalami kendala, terutama dibidang logistic dan penyedian biaya kos hidup mereka.Makan dan lainnya. Mereka yang dalam karantina adakalanya membuang makanan yang disediakan.Barangkali karena mereka keberatan dikarantina. Sehingga melampiaskan emosinya.

“Tapi Allhamdulillah…..akhirnya timbul kesadaran dari masing masing mereka, bahwa kesehatan lebih penting dari segalanya,”tambah Suyanto.

Terkait anggaran  operasional untuk pencegahan Covid 19, termasuk biaya makan pemudik sehari hari yang dikarantina pada mulanya ditalangi pihak desa.Setelah dana cair  biaya operasional diambil dari Dana Desa.Sesuai Permendes No 6 Tahun 2020 tentang Perubahan Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2020.

“Anggaran kurang lebih 80 juta yang disiapkan, dan uang itu sampai saat ini masih ada …”paparnya.

Bagian Logistik dan Kasih Pemerintahan Triono, menambahkan tingginya kesadaran masyarakat,masing masing saling menjaga serta mengingatkan betapa bahayanya Pandemi Virus 19 atau korona kepada pemudik, dari keluarga mereka, tumbuh dengan sendirinya.

“ Bahkan ada pemudik baru sebelum mereka pulang telah menghubungi pihak kami dan siap untuk di Karantina,”tutur Triono.

Dijelaskan,  Pemudik yang menjalani karantina 34 orang sudah bebas berkumpul dengan keluarga, sementara sisa 4 orang masih menjalani karantina,”pungkasnya.(Ajas)

 


Silahkan bisa Share di :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *