Menu Click to open Menus
Home » Daerah » SENTRA REFUGIA DESA GRUJUGAN LOR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP DAN LINGKUNGAN

SENTRA REFUGIA DESA GRUJUGAN LOR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP DAN LINGKUNGAN

(15 Views) September 14, 2019 4:01 am | Published by | No comment

Bondowoso-FN. Siapa yang tidak mengenal Bondosowo? Kabupaten yang berada di sebelah timur Pegunungan Argopuro ini terkenal dengan sebutan Republik Kopi karena didukung kondisi geografis yang sangat cocok untuk memproduksi kopi dengan berbagai macam cita rasa. Kopi arabika yang dihasilkan di dataran tinggi Ijen misalnya, yaitu Java Coffee, sangat terkenal di manca negara karena aroma dan rasanya. Di bidang pertanian organik, salah satu desa di kabupaten ini, yakni Desa Lombok Kulon juga terkenal di tingkat nasional bahkan manca negara melalui sitem pertaniannya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kemajuan di bidang ini mendorong Desa Grujugan Lor, Kecamatan Jambersari Darus Sholah, Kabupaten Bondowoso untuk mengembangkan konsep pembangunan pertanian ke depan yang visioner melalui penerapan sistem pertanian yang ramah lingkungan dan produk pertanian yang dihasilkan aman bagi kesehatan konsumen. Untuk mendukung visi tersebut, kepala desa Grujugan Lor yaitu Bapak Nur Hasan bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jember periode I tahun akademik 2018-2019 telah membuat konsep Bank Refugia untuk memenuhi kebutuhan petani akan bibit tanaman refugia. Tanaman refugia merupakan tanaman yang dipelihara oleh petani di sekitar lahan atau dipinggir area pertanaman sebagai penyedia pakan sementara atau habitat bagi musuh alami seperti predator hama tanaman dan parasitoid. Namun, dengan keterbatasan lahan kas desa yang disediakan untuk budidaya tanaman tersebut maka bank refugia tersebut tidak mampu mencukupi kebutuhan masyarakat yang ada termasuk keperluan masyarakat sekitar terhadap tanaman hias untuk mengisi dan mewarnai halaman atau pekarangannya. Oleh karena itu, penulis sekaligus pembimbing mahasiswa KKN Universitas Jember periode II tahun akademik 2018-2019 berinisiatif melanjutkan program tersebut selamat tiga tahun, dimana pada tahun pertama terdapat tiga program, yaitu: pembentukan kelompok pencinta refugia; penyuluhan/pelatihan tentang pemilihan dan tata penanaman refugia untuk mengendalikan serangan hama sekaligus mengurangi penggunaan pestisida sintetis dan menekan biaya usaha tani; serta menyediakan bibit yang memadai dalam bank refugia sebagai bahan tanam untuk wahana ekowisata dan produksi benih refugia pada rencana tahun berikutnya.

Program pengabdian dosen Universitas Jember skim Desa Binaan tersebut diketuai oleh pembimbing mahasiswa KKN tersebut disupport oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) Universitas Jember dan didukung oleh 10 mahasiswa KKN Desa Grujugan Lor yang diterjunkan selama 45 (empat puluh lima) hari di desa tersebut yang mengambil tema desa bebas stunting dan sanitasi. Program sentra refugia desa dimasukkan dalam bagian program tematik mahasiswa KKN karena masih berhubungan dengan tema walaupun secara tidak langsung. Oleh karena itu, mahasiswa diarahkan oleh pembimbing untuk memanfaatkan bunga refugia yang sudah layu atau kering sebagai  bahan pembuatan teh. Hal ini terinspirasi oleh penggunaan bunga rosella yang telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai minuman berkhasiat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Selain itu, sebagai upaya untuk mendukung konsep zero waste maka bunga yang sudah tidak sedap dipandang atau kering dapat dimanfaatkan sebagai bahan teh. Harapan lainnya agar dapat menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat terutama generasi muda yang belum memiliki pekerjaan yang tergabung dalam Kelompok Pencinta Refugia (Kolompencare), yang pembentukannya telah disahkan di Balai Desa Grujugan Lor pada Agustus 2019.

Terkait dengan tema KKN Desa Grujugan Lor, yaitu desa bebas stunting dan sanitasi, maka terdapat 3 manfaat program sentra refugia ini, yakni sebagai (1) minuman kesehatan, (2) sarana rekreasi bagi bumil dan menyusui, dan (3) pendukung sanitasi desa. Sesuai dengan fungsi pertama yaitu sebagai minuman kesehatan maka diharapkan ibu-ibu hamil dan menyusui yang mengkonsumsi teh tersebut terhindar dari gangguan penyakit. Dengan demikian maka asupan dan serapan nutrisi oleh sang ibu tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara optimal bagi pertumbuhan janin serta untuk memproduksi air susu ibu guna mendukung perkembangan otak bayi secara sempurna tetap terjamin. Adapun teh yang diproduksi mahasiswa berasal dari bunga marigold (Tagetes erecta) dinamakan Refugia Tea. Bunga ini sangat kaya kandungan karotenoid dan lutein yang sangat penting dalam pemenuhan nutrisi bagi tubuh manusia, selain fungsi minyak atsiri di dalamnya sebagai anti bakteri dan jamur.

Manfaat kedua sentra refugia jenis bunga tersebut adalah dapat menjadi sarana rekreasi bagi masyarakat desa, khususnya calon ibu-ibu agar secara psikologis janin yang dikandungnya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Sedangkan fungsi yang ketiga adalah untuk sanitasi desa. Dengan adanya penggunaan tanaman refugia ini secara menyeluruh pada setiap pematang sawah dan lahan-lahan pertanian maka kualitas kesehatan masyarakat, agroekosistem dan lingkungan desa dapat ditingkatkan. Tentunya, manfaat ini dapat diperoleh karena adanya pengurangan penggunakan pestisida sintetis sehingga pencemaran tanah, air dan udara akibat pestisida tersebut dapat ditekan, termasuk pula residu pestisida dalam bahan pangan. Hal ini sangat penting karena janin dan bayi sangat peka terhadap residu pestisida dalam darah ibunya dan makanan yang diasupnya.

Program ketiga adalah penyuluhan dan pelatihan. Prioritas pelatihan tersebut terutama diperuntukkan bagi generasi muda desa agar dapat mendorong pamuda dan pemudi desa Grujugan Lor untuk mencintai pertanian sebagai sumber pendapatannya. Hal ini disebabkan selama ini terdapat kecenderungan penurunan minat generasi muda untuk menekuni bidang pertanian.

Tujuan penyuluhan yang lain adalah membimbing para pemuda untuk dapat memilih jenis-jenis tanaman refugia yang tepat bagi tanamannya. Sebagai contoh, tanaman refugia yang digunakan sebaiknya tidak sefamili dengan tanaman yang dibudidayakan agar tidak menjadi sumber penularan penyakit. Selain itu, untuk keperluan produksi teh refugia, tidak semua jenis bunga refugia cocok sebagai bahan pembuatan teh. Hal ini terkait dengan senyawa yang dikandung dan cita rasanya. Tujuan penting lainnya, melalui materi yang diberikan dalam penyuluhan dan pelatihan ini, generasi muda dan petani diharapkan mampu memahami konsep dasar pemanfaatan tanaman refugia dalam mengendalikan serangan hama tanaman yang secara tidak langsung dapat menekan penggunaan pestisida sintetis sekaligus untuk mengurangi biaya usaha tani. Hal ini disebabkan biaya pembelian pestisida sintetis merupakan komponen terbesar di dalam analisis usaha tani. Sebagai contoh fungsi bunga marigold adalah selain sebagai penangkal serangga dan anti jamur. Tanaman ini juga efektif dalam mencegah nematoda (puru akar), sehingga dapat ditumpangsarikan dengan tanaman pokok seperti halnya jenis refugia lain yaitu tanaman kenikir.

Sedangkan program ketiga pada pengabdian kepada masyarakat skim desa binaan ini adalah penyediaan bibit yang memadai pada bank refugia sebagai bahan tanam pada penanaman tanaman refugia tahun berikutnya dalam kaitannya dengan wahana ekowisata masyarakat setempat dan sekitarnya. Tujuan program penyediaan bibit refugia yang kedua adalah untuk memproduksi benih refugia pada program tahun selanjutnya. Program kewirausahaan ini diharapkan menjadi bahan inspirasi bagi pemuda khususnya yang tergabung dalam Kolompencare untuk menekuni usaha produksi benih refugia di masa mendatang.

Pada tahap selanjutnya, masyarakat sekitar dapat dengan mudah memperoleh benih refugia ketika musim tanam tiba. Semoga pembaca dapat mengambil manfaat program pengabdian kepada masyarakat skim desa binaan ini dimana Desa Grujugan Lor merupakan salah satu dari 320 desa yang menjadi desa binaan Universistas Jember.        (Oleh : Sundahri)


No comment for SENTRA REFUGIA DESA GRUJUGAN LOR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP DAN LINGKUNGAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *