10 Desa Terdampak Banjir di Ogan Komering Ulu

Banjir Melanda 10 Kelurahan/Desa di Kabupaten OKU

Sebanyak 10 kelurahan atau desa yang berada di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan, dilaporkan terdampak banjir. Peristiwa ini disebabkan oleh hujan deras yang terjadi pada Kamis (2/10/2025) sore hari. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD OKU, Dadi Sutiadi, menjelaskan bahwa banjir terjadi karena drainase tidak mampu menampung dan mengalirkan air secara optimal.

“Banjir di OKU akibat hujan intensitas tinggi yang terjadi Kamis (2/10/2025) sore,” ujar Dadi Sutiadi, Jumat (3/10/2025).

Selain itu, banjir juga terjadi di beberapa titik yang memiliki struktur tanah lebih rendah. Tinggi air banjir diperkirakan mencapai antara 20 cm hingga 1 meter. Wilayah yang terdampak banjir antara lain:

  • Kelurahan Sukaraya
  • Kemelak Bindung Langit
  • Sekar Jaya
  • Baturaja Permai
  • Pasar Baru
  • Sukajadi
  • Kemalaraja

Sementara itu, banjir juga melanda tiga desa, yaitu:

  • Desa Air Paoh
  • Desa Tanjung Baru
  • Desa Tanjung Kemala

Berdasarkan data sementara, sebanyak 403 kepala keluarga (KK) dan 1.492 jiwa terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, 343 rumah terkena dampak banjir, dengan lima rumah mengalami kerusakan ringan.

Dadi menyebut bahwa banjir juga menyebabkan sejumlah fasilitas terdampak. Beberapa fasilitas seperti sekolah dan Kantor Urusan Agama (KUA) mengalami gangguan akibat banjir.

Nilai kerugian akibat banjir diperkirakan mencapai 478 juta rupiah. Sejak kemarin, pihak BPBD OKU bersama instansi terkait telah menurunkan personel dan alat untuk ke lokasi bencana. Mereka melakukan evakuasi dan pendataan jika diperlukan, serta melakukan patroli di wilayah rawan banjir.

Upaya Penanganan dan Pemulihan

Tim tanggap darurat BPBD OKU terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan penanganan banjir berjalan secara efektif. Tidak hanya fokus pada evakuasi warga, tetapi juga pemantauan kondisi daerah yang rentan terhadap banjir.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah setempat. Ketersediaan logistik dan layanan kesehatan juga dipastikan tersedia bagi warga yang terdampak.

Beberapa langkah pencegahan juga sedang dipertimbangkan untuk mengurangi risiko banjir di masa depan, termasuk perbaikan sistem drainase dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

Dampak pada Kehidupan Warga

Banjir yang terjadi di wilayah OKU tidak hanya mengganggu aktivitas harian warga, tetapi juga memberikan tekanan pada infrastruktur dan ekonomi lokal. Banyak warga yang harus meninggalkan rumah sementara waktu, sehingga memengaruhi kegiatan belajar mengajar dan pekerjaan sehari-hari.

Di sisi lain, masyarakat tampak solid dalam menghadapi bencana ini. Banyak warga yang saling membantu dalam proses evakuasi dan distribusi bantuan. Komunitas lokal juga aktif dalam mempercepat proses pemulihan.

Harapan untuk Kondisi Lebih Baik

Meskipun situasi masih dinamis, pihak BPBD OKU optimis bahwa kondisi akan segera pulih. Dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi bantuan, diharapkan dampak banjir dapat diminimalkan.

Selanjutnya, pihak terkait akan terus memantau perkembangan cuaca dan melakukan evaluasi terhadap semua langkah yang telah diambil. Dengan demikian, diharapkan bisa mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *