Walikota dan wakil walikota serta PJ.sekda kota Probolinggo sedang melakukan pers rilis saat Louching Probolinggo bersolek.(Yasin/ADV)
PROBOLINGGO,forumnusantaranews.com- – Pemerintah Kota Probolinggo secara resmi meluncurkan city branding baru “Probolinggo Kota Bersolek” dalam sebuah acara yang juga dirangkaikan dengan pemaparan kilas prestasi satu tahun kepemimpinan Wali Kota Aminuddin dan Wakil Wali Kota Ina, baru-baru ini.
Dalam sambutannya, Wali Kota Aminuddin menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya momentum penting tersebut. Ia menegaskan bahwa peluncuran city branding bukan sekadar seremoni atau peluncuran logo semata, tetapi menjadi langkah strategis dalam menentukan arah masa depan pembangunan Kota Probolinggo.
Menurutnya, momentum ini menjadi titik awal untuk menyatukan semangat seluruh elemen masyarakat sekaligus memperkuat identitas Kota Probolinggo sebagai kota yang terus bergerak maju.
Aminuddin menjelaskan bahwa sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), pembangunan Kota Probolinggo diarahkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hal tersebut dilakukan melalui penguatan daya saing daerah, pembangunan berkelanjutan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pengembangan ekonomi yang inklusif berbasis potensi lokal.
Ia menambahkan, pembangunan tidak cukup hanya dengan program dan anggaran, tetapi juga membutuhkan identitas yang kuat serta narasi yang mampu menyatukan masyarakat. Karena itu, city branding menjadi bagian penting dalam membangun arah bersama.
Transformasi dari city branding sebelumnya, “Impressive Probolinggo City”, menuju “Probolinggo Kota Bersolek” disebut sebagai perubahan paradigma. Dari orientasi global menuju penguatan potensi lokal serta pembangunan yang berkelanjutan.
Makna “Bersolek” sendiri tidak hanya dimaknai sebagai mempercantik kota secara fisik, tetapi juga mencerminkan upaya menjadikan kota lebih tertata, bersih, nyaman, manusiawi, dan berdaya saing. Konsep ini juga mengangkat potensi alam, identitas budaya, serta kearifan lokal Kota Probolinggo sebagai teras Gunung Bromo.
“Bersolek bukan sekadar kata, tetapi gerakan bersama. Bersih, elok, ramah, sejahtera, original, lestari, edukatif, dan kreatif menjadi nilai-nilai yang ingin kita hidupkan bersama,” ujar Aminuddin.
Pada kesempatan itu, Aminuddin juga memaparkan sejumlah capaian dalam satu tahun pertama kepemimpinannya. Di bidang pelayanan publik, pemerintah kota terus mempercepat dan mempermudah layanan kepada masyarakat, termasuk melalui pendekatan langsung dengan berkantor di kelurahan pada awal masa jabatan.
Di bidang lingkungan, Kota Probolinggo berhasil meraih penghargaan Adipura melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat seperti program 1 RW 1 Tossa, bank sampah, dan gerakan penghijauan kota.
Sementara di sektor ekonomi, pemerintah menghadirkan Klinik UMKM serta penguatan Koperasi Merah Putih di 29 kelurahan. Pengembangan potensi wisata lokal juga terus dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat identitas daerah.
Program unggulan Kartu Amanah juga telah dibagikan kepada ketua RT dan RW untuk membantu penyaluran berbagai bantuan kepada masyarakat. Melalui berbagai program tersebut, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 0,69 persen dengan penurunan ketimpangan ekonomi yang signifikan.
Di sektor infrastruktur, Pemkot Probolinggo terus melakukan penataan ruang publik, memperbaiki kawasan strategis, serta menghadirkan ruang kota yang lebih inklusif. Salah satunya dengan menata kawasan Alun-alun dari pedagang kaki lima dan menyediakan pusat kuliner baru di kawasan GOR A. Yani.
Akses transportasi juga diperkuat dengan hadirnya layanan kereta komuter yang menghubungkan Kota Probolinggo dengan Pasuruan, Sidoarjo hingga Surabaya.
Di bidang pendidikan, pemerintah kota menargetkan penghapusan buta huruf melalui program paket A, B, dan C serta menyediakan beasiswa bagi masyarakat kurang mampu. Pemkot juga mendukung program strategis nasional Sekolah Rakyat dengan menyiapkan lahan seluas 5,2 hektare di Kedungasem.
Sementara di bidang kesehatan, seluruh warga Kota Probolinggo kini telah tercover dalam program Universal Health Coverage (UHC). Inovasi layanan kesehatan juga dilakukan melalui digitalisasi posyandu serta sistem pemantauan kesehatan ibu hamil secara real time untuk mencegah risiko kematian ibu.
Berbagai upaya tersebut membuahkan hasil dengan pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo yang mencapai 5,85 persen. Realisasi pendapatan daerah juga melampaui target, yakni mencapai 101,98 persen dari target 2025, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai 102,1 persen.
Meski demikian, Aminuddin menegaskan masih banyak pekerjaan besar yang harus diselesaikan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Kota Probolinggo agar pembangunan tidak hanya cepat, tetapi juga adil dan berkelanjutan.
“Melalui momentum ini, saya mengajak seluruh masyarakat, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas untuk menjadikan Probolinggo Kota Bersolek bukan sekadar slogan, tetapi gerakan bersama,” pungkasnya.(Yasin/ADV)
Tinggalkan Balasan