Tiga Peristiwa Terpopuler yang Menghebohkan Masyarakat
Beberapa peristiwa menarik yang muncul di berbagai media kini menjadi sorotan publik. Mulai dari pesan keras seorang politikus PDI Perjuangan kepada seseorang yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), isu tentang motif pembunuhan seorang kepala cabang bank BUMN, hingga kasus seorang dokter yang dilarang melayani pasien BPJS di rumah sakit ternama. Berikut adalah tiga peristiwa yang paling viral.
Pesan Keras Adian Napitupulu kepada Noel
Seorang politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), Adian Napitupulu, memberikan respons terhadap penangkapan yang dilakukan KPK terhadap Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau lebih dikenal dengan nama Noel.
Sesama aktivis 98 ini mengunggah poster digital yang mengundang partisipasi dalam sebuah talkshow yang akan membahas topik hukuman mati dan efek jera bagi koruptor. Dalam acara tersebut, Noel menjadi salah satu narasumber.
Adian kemudian menanyakan kelanjutan acara tersebut dengan maksud menyindir. Ia menulis, “Bagaimana kelanjutan talkshow-nya?” melalui akun media sosialnya.
Selain itu, Adian juga mengunggah ulang video lama di mana ia memberikan pesan kepada Noel saat ia baru saja menjabat sebagai wakil menteri. Hal ini menunjukkan bahwa ia tidak sepenuhnya puas dengan langkah yang diambil oleh Noel.
Isu Motif Pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, Hery Gunardi, memberikan pernyataan terkait motif penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN, Ilham Pradipta (37).
Pernyataan ini disampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI pada hari Kamis (21/8/2025). Awalnya, Hery menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa telah melihat rekaman CCTV yang mengindikasikan adanya penculikan terhadap korban. “Karyawan yang meninggal itu kita sedang melakukan pendalaman, kita juga prihatin, sepertinya diculik, saya lihat di videonya itu dimasukin mobil, terus dibawa, tahu-tahu meninggal tadi pagi,” ujar Hery saat rapat dengar pendapat.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa pihak BRI masih mencari kejelasan terkait kasus yang sedang mereka selidiki.
Dokter Piprim Dilarang Layani Pasien BPJS
Nama Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA, Subsp Kardio(K), kini menjadi sorotan.
Pasalnya, dokter spesialis jantung anak ini dilarang untuk melayani pasien anak pengguna Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
Dalam sebuah video, dr. Piprim menjelaskan bahwa dirinya hanya diperbolehkan melayani pasien di Poli Swasta Kencana RSCM yang tidak termasuk layanan BPJS. Artinya, pasien harus membayar sendiri dengan biaya minimal sekitar Rp 4 juta untuk pemeriksaan echo jantung.
Larangan ini mulai berlaku sejak hari Jumat (22/8/2025). Larangan tersebut disebutkan berdasarkan aturan yang dikeluarkan Direksi RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Kementerian Kesehatan RI selaku pihak yang menaungi rumah sakit vertikal tersebut.
Tinggalkan Balasan