ForumNusantaranews.com LAMPUNG – Kabar duka kembali menyelimuti Indonesia. Tiga prajurit terbaik Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilaporkan gugur saat menjalankan tugas perdamaian di Lebanon.
Ketiga prajurit tersebut adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Atas peristiwa tersebut, Ketua Umum IMF (Integrity Media Forum), Indra Segalo Galo, menyampaikan rasa prihatin mendalam sekaligus belasungkawa kepada keluarga korban dan seluruh jajaran TNI.
“Kami keluarga besar IMF turut berduka cita sedalam-dalamnya.
Ini bukan hanya duka TNI, tetapi duka seluruh rakyat Indonesia. Bangsa ini kehilangan putra terbaiknya,” ujar Indra Segalo Galo, Selasa (1/4/2026).
Indra menegaskan, gugurnya tiga prajurit tersebut merupakan bukti bahwa tugas menjaga perdamaian dunia bukan hal mudah. Para prajurit TNI berangkat membawa nama Indonesia, namun pulang dalam keadaan syahid dan penuh kehormatan.
“Mereka bukan gugur dalam biasa-biasa saja. Mereka gugur dalam tugas mulia. Mereka berangkat sebagai prajurit, pulang sebagai pahlawan,” tegasnya.
“Pengorbanan Mereka Tak Boleh Dilupakan!”
Indra juga mengingatkan masyarakat untuk tidak sekadar menjadikan kabar duka ini sebagai berita sesaat, melainkan sebagai pengingat bahwa masih ada anak bangsa yang mempertaruhkan nyawa demi kehormatan negara.
“Jangan biarkan pengorbanan ini hilang begitu saja.
Mereka mati demi merah putih. Mereka menjaga kehormatan bangsa di tanah orang,” ucapnya.
Desak Negara Hadir untuk Keluarga Korban
Lebih lanjut, Indra Segalo Galo mendesak pemerintah dan institusi terkait agar memastikan keluarga para prajurit yang gugur mendapat perhatian maksimal sebagai bentuk penghormatan negara.
“Negara harus hadir untuk keluarga yang ditinggalkan. Ini pengorbanan besar.
Jangan sampai keluarga mereka merasa berjuang sendirian setelah pahlawan bangsa gugur,” katanya.
Indra juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama mendoakan ketiga prajurit tersebut agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga almarhum husnul khatimah, diterima amal ibadahnya, serta keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan,” tambahnya.
Gugur dalam Tugas, Abadi dalam Kehormatan
Di akhir pernyataannya, Ketua Umum IMF menegaskan bahwa bangsa Indonesia wajib menjaga memori perjuangan para prajurit yang gugur dalam misi kemanusiaan dan perdamaian.
“Gugur dalam tugas, hidup dalam kehormatan. Nama kalian akan abadi dalam doa dan ingatan bangsa,” tutup Indra.(*)
Tinggalkan Balasan