Tape Uli Betawi Jadi Dessert Modern, Bagaimana Rasanya?

Tape Uli yang Berubah Menjadi Dessert Modern

Tape uli, makanan tradisional yang biasanya dikenal dengan warna ungu khasnya dan rasa asam alami, kini hadir dalam bentuk yang lebih modern. Alih-alih disajikan basah di atas daun pisang, tape uli kini tampil seperti dessert di kafe kekinian. Di tangan Executive Pastry Chef Flor Jakarta, Saskia Auryn Nugraha, tape uli “disulap” menjadi pastri elegan tanpa menghilangkan ciri khasnya.

Saskia menciptakan sajian bernama Tape Uli Entremet, yang memadukan tape uli dengan bolu ketan hitam. Ukuran pastri bulat ini mirip telur. Di bagian atasnya, Saskia menambahkan hiasan berbentuk bunga dengan dua warna berbeda, yakni putih dan ungu. Inspirasi dari penari Betawi membuat hiasan tersebut terlihat menarik dan mencerminkan perempuan cantik sedang menari.

Warna gradasi dari ungu di bagian bawah hingga putih di bagian atas juga terdapat pada komponen utama dessert ini. Saskia memadukan bolu ketan hitam (sponge cake) yang manis dengan mousse tape uli yang terasa masam. Untuk menambahkan rasa asam alami, ia menggunakan blackcurrant yang diolah dengan metode confit, yaitu teknik memasak dengan suhu rendah dalam waktu lama.

Selain itu, Saskia menambahkan black rice praline di dalam pastri untuk memberikan tekstur renyah. Di bagian bawah, ia menambahkan remahan ketan hitam yang menopang semua kondimen pastri. Ketan hitam, bahan utama dari tape uli, diolah menjadi remahan yang terasa renyah, melengkapi kelembutan pastri buatannya.

Jakarta Dessert Week 2025 memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk mencoba pastri unik karya Saskia. Sajian ini dipamerkan dalam acara pembukaan Jakarta Dessert Week (JDW) 2025 di Mal Central Park, Jakarta Barat, pada Minggu (24/8/2025). Bersama 43 kafe dan restoran lain, Flor Jakarta turut meramaikan pekan dessert tahunan yang digelar untuk ketujuh kalinya tahun ini.

JDW 2025 mengusung tema “A Tribute to Jakarta” yang menguji kreativitas para chef pastry di setiap 44 kafe dan restoran. Saskia menjelaskan bahwa ia sengaja memilih tape uli karena memiliki kenangan indah sejak lama. Selain itu, ia memilih memadukan tape uli dengan bolu ketan hitam karena bahan baku yang sama dan tren bolu ketan hitam yang sedang viral belakangan ini.

Saat mencoba bentuk baru dari tape uli ini, semua rasa dan tekstur yang dijelaskan Saskia benar adanya. Bolu ketan hitam tidak mendominasi pastri, tetapi menyeimbangkan tape uli yang terasa basah. Ditambah praline ketan hitam yang memberi sedikit tekstur renyah dalam sajian ini.

Satu buah Tape Uli Entremet dijual dengan harga Rp 90.000 di Flor, toko dessert yang berlokasi di Jalan Gunawarman Nomor 11A, Jakarta Selatan. Pastri ini tersedia terbatas hanya selama JDW 2025, mulai dari Senin (25/8/2025) hingga Minggu (14/9/2025).

Selain Tape Uli Entremet, Flor juga menyajikan pastri unik lain bertema Jakarta, yakni Gambang Croissant yang terinspirasi dari roti gambang. Harganya dibanderol Rp 55.000.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *