Negara-negara Amazon Berkumpul di Kolombia untuk Lindungi Hutan Hujan

Kemitraan Negara-Negara Amazon untuk Melindungi Hutan Hujan Terbesar di Dunia

Para pemimpin dari negara-negara yang terletak di kawasan Amazon, seperti Kolombia, Brasil, dan Bolivia, bersama dengan perwakilan masyarakat adat, mengadakan pertemuan penting di ibu kota Kolombia, Bogota. Pertemuan ini bertujuan untuk menyepakati rencana bersama dalam melindungi hutan hujan terbesar di dunia. Wilayah ini sangat penting dalam upaya memperlambat pemanasan global.

Dalam pidatonya, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menekankan bahwa tidak ada solusi individu untuk menghadapi krisis iklim. Ia menyerukan adanya tata kelola global baru yang memiliki otoritas untuk memastikan negara-negara menjalankan janji mereka terkait perlindungan lingkungan.

Pertemuan tersebut berakhir dengan penandatanganan “Deklarasi Bogota,” sebuah dokumen yang akan menjadi dasar kerja sama antar negara anggota ACTO (Amazon Cooperation Treaty Organization). Deklarasi ini menetapkan visi bersama untuk kolaborasi lebih erat di seluruh kawasan Amazon, yang mencakup wilayah seluas 6,7 juta kilometer persegi.

Mendorong Tindakan Konkret untuk Perlindungan Amazon

Wakil Presiden Ekuador, María José Pinto, menekankan pentingnya bergerak dari “niat baik” menuju “tindakan konkret” dalam melindungi Amazon. Menurutnya, tanggung jawab ini tidak hanya terletak pada pemerintah, tetapi juga pada masyarakat adat dan kebijakan yang melibatkan komunitas lokal.

Ia menekankan bahwa hutan hujan harus menjadi pusat agenda global karena apa yang terjadi di sana berdampak langsung terhadap masa depan semua manusia. Di Ekuador, ia percaya bahwa solusi tidak bisa dibuat hanya dari ibu kota, tetapi dari daerah-daerah dengan partisipasi aktif masyarakat setempat.

Resolusi dan Inisiatif Baru untuk Perlindungan Amazon

Pada malam pertemuan, para menteri luar negeri dari delapan negara anggota ACTO menyetujui 20 resolusi. Resolusi ini mencakup inisiatif-inisiatif baru seperti Mekanisme Masyarakat Adat Regional, serta program tentang ketahanan pangan, risiko iklim, dan penguatan institusi.

Para ilmuwan menyebutkan bahwa Amazon berfungsi sebagai penyerap karbon besar yang menyerap lebih banyak karbon dioksida daripada yang dilepaskannya. Hutan ini juga memainkan peran penting dalam mengatur pola curah hujan di wilayah lain, seperti Midwest AS dan sebagian Eropa.

Kehilangan hutan Amazon dapat mempercepat pemanasan global dan mengganggu ekosistem serta pertanian di berbagai belahan dunia. Selain itu, ancaman terhadap keanekaragaman hayati di kawasan ini juga sangat serius.

Komitmen dan Harapan untuk Masa Depan Amazon

Pertemuan ini juga membahas kemajuan dari komitmen yang dibuat dalam Deklarasi Belem tahun 2023. Deklarasi ini menjanjikan koordinasi yang lebih kuat dalam melindungi Amazon, termasuk kebijakan terkait deforestasi, perubahan iklim, dan hak-hak masyarakat adat.

Setiap negara ACTO akan menunjuk dua delegasi pemerintah dan dua delegasi masyarakat adat ke badan tersebut. Badan ini akan bertemu setiap tahun dan dapat mengadakan sesi luar biasa jika diperlukan. Keputusan harus dibuat dengan suara bulat.

Oswaldo Muca, yang mewakili komunitas adat Kolombia, menyampaikan komitmennya untuk menjaga dan merawat wilayahnya. Ia menentang penambangan dan eksplorasi minyak karena dinilai merusak lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.

Muca menyambut baik persetujuan para menteri terhadap mekanisme pembiayaan langsung untuk masyarakat adat. Ia menilai hal ini adalah satu-satunya cara untuk menghindari titik tak terkembali. “Kami sekarang menjadi bagian dari mekanisme perjanjian itu.”

Peran Penting dan Tantangan yang Menghadang

Sekretaris Jenderal ACTO, Martín von Hildebrand, menekankan bahwa kemauan politik dan persatuan antar negara anggota sangat penting dalam melindungi hutan, sungai, dan keanekaragaman hayati di kawasan Amazon. Sumber daya alam ini menyimpan jumlah karbon yang besar dan berperan dalam mengatur iklim planet ini.

Pemimpin asli Peru, Julio Cusurichi, menambahkan bahwa negara-negara harus segera mengambil tindakan karena deforestasi dan polusi terus meningkat, serta dampak perubahan iklim semakin parah. Ia menekankan bahwa janji-janji politik harus diubah menjadi tindakan nyata dan konkret.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *