Samisade Rp1 Miliar Ubah Wajah Neglasari Dramaga Bogor: Jalan Hotmix Dorong Ekonomi Pertanian Melonjak

Program Samisade Berdampak Positif pada Pembangunan Infrastruktur di Desa Neglasari

Program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) kembali menunjukkan manfaatnya bagi masyarakat pedesaan di Kabupaten Bogor. Pada tahun 2025, Desa Neglasari yang terletak di Kecamatan Dramaga menjadi salah satu desa yang menerima anggaran sebesar Rp1 miliar dari APBD Kabupaten Bogor untuk pembangunan infrastruktur desa.

Kepala Desa Neglasari, Yayan Mulyana, menjelaskan bahwa dana bantuan infrastruktur tahun ini dialokasikan untuk pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan peningkatan jalan desa dengan aspal hotmix di dua lokasi strategis. Menurutnya, tahap pertama sebesar Rp600 juta telah selesai dilaksanakan, sementara sisanya sebesar Rp400 juta masih menunggu verifikasi hasil monitoring evaluasi (monev).

Rincian Pembangunan Tahap Pertama

Anggaran sebesar Rp600 juta digunakan dalam beberapa proyek utama, antara lain:

  • Hotmix poros jalan desa di Kampung Cisasah RT 001 RW 006 dengan volume panjang 164 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 0,03 meter.
  • Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kampung Cisasah dengan volume panjang 50 meter dan tinggi 5 meter, dengan anggaran sebesar Rp313,27 juta.
  • Hotmix jalan desa di Kampung Bojongsari RT 004 RW 001 sepanjang 486 meter (lebar 2,7 meter, tebal 0,03 meter) serta 177 meter (lebar 1,3 meter), dengan anggaran sebesar Rp286,72 juta.

Pembangunan tahap pertama ini telah selesai dilaksanakan dan kini sedang menunggu proses verifikasi hasil monev agar bisa melanjutkan ke tahap berikutnya.

Verifikasi Hasil Monev sebagai Syarat Pencairan Tahap Dua

Anggota tim Monitoring Evaluasi (Monev) Kecamatan Dramaga, Hadi Mubarok, menegaskan bahwa hasil pembangunan sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Proses pemeriksaan dilakukan mulai dari kualitas ketebalan hotmix hingga kelengkapan infrastruktur TPT.

Menurut Hadi, monev sangat penting untuk memastikan pembangunan sesuai perencanaan. Hasil monev menjadi syarat pencairan tahap kedua agar tidak menimbulkan masalah di masa depan.

Setelah verifikasi tuntas, tahap kedua dengan nilai Rp400 juta akan segera cair. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan dampak lebih lanjut dari program ini.

Akses Strategis untuk Pertanian dan Ekonomi Warga

Yayan Mulyana menyampaikan bahwa pembangunan TPT dan jalan ini sangat vital karena menjadi jalur penghubung antar desa sekaligus akses utama menuju sentra pertanian. Jalan yang telah diperbaiki dengan aspal hotmix membantu memperlancar mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk ikut menjaga agar kualitas jalan tetap awet dan bermanfaat dalam jangka panjang.

Manfaat Program Samisade yang Terbukti

Yayan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Bogor yang konsisten dalam menggulirkan program Samisade. Ia menilai program ini sangat dirasakan manfaatnya, baik dalam meningkatkan kualitas jalan maupun mempercepat aktivitas warga.

Selain itu, ekonomi masyarakat juga ikut berkembang akibat pembangunan yang dilakukan. Harapan Yayan adalah agar program Samisade terus berlanjut demi pemerataan pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *