Program Makan Bergizi Gratis Berdampak Positif di Sekolah Dasar
Di SD Larangan 01, Kota Tangerang, Banten, suasana pagi kini terasa berbeda sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) diberlakukan. Anak-anak tampak antusias menanti jam istirahat setiap hari. Beberapa dari mereka bahkan sengaja tidak makan di rumah agar bisa menikmati menu MBG yang disediakan.
Menurut Ahmad Safari Firdaus, PIC MBG SD Larangan 01, program ini berjalan lancar selama lima minggu terakhir. Antusiasme anak-anak cukup baik, terutama ketika awal-awal diberitahu tentang adanya MBG di sekolah. “Anak-anak sangat senang dan menantikan kehadiran program ini,” ujarnya.
Sekolah yang memiliki total 537 siswa ini menjadi salah satu penerima manfaat MBG di Kecamatan Larangan. Sistem pembagian makanan disesuaikan dengan tiga sesi belajar. Sesi pertama mulai menerima kiriman sejak pukul 07.30, sehingga anak-anak bisa langsung menikmatinya saat jam istirahat.
Beberapa siswa memang sudah sarapan di rumah, namun tetap menghabiskan makanan MBG. Sebaliknya, ada juga yang sengaja tidak makan di rumah agar bisa menikmati MBG di sekolah. Ahmad menyebutkan hal ini sebagai bentuk antusiasme yang positif.
Ruang kelas yang biasanya penuh dengan buku kini dihiasi suara riuh anak-anak yang membuka kotak makan mereka. Terdengar celoteh polos seperti, “Pak, enak banget!” atau “Besok menunya bisa ini, Pak?” Bahkan beberapa siswa menulis permintaan menu di secarik kertas kecil lalu menyelipkannya di wadah makan.
Ahmad mengatakan, guru-guru mendapat tambahan tugas setelah jam makan usai, yakni merapikan kembali wadah atau ompreng agar tetap aman. Namun, hal ini bukan menjadi kendala besar. “Semuanya terdistribusi dengan baik, baik sesi pertama, kedua, maupun ketiga,” jelasnya.
Dampak positif dari MBG terasa langsung, baik bagi siswa maupun orang tua. Anak-anak lebih bersemangat belajar, sedangkan orang tua merasa terbantu karena tidak perlu repot menyiapkan sarapan atau memberi uang jajan lebih. “Dari segi materi juga hemat, karena sudah dapat makan MBG,” kata Ahmad.
Selama pelaksanaan, sekolah tidak mengalami kendala serius. Tidak pernah ada kasus keracunan atau gangguan kesehatan. Hanya soal selera yang berbeda-beda di kalangan anak-anak. Ahmad berharap ke depan variasi menu bisa lebih beragam tanpa mengurangi nilai gizi yang terkandung.
“Secara keseluruhan karena ini program pemerintah, kita harus dukung sepenuhnya. Harapannya ke depan lebih baik lagi, baik dari segi distribusi maupun mekanisme pelaksanaan,” pungkas Ahmad.
Kolaborasi untuk Memperluas Jangkauan MBG
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen memperluas jangkauan MBG ke daerah lain. Program ini dirancang agar siswa di berbagai wilayah mendapat akses makanan sehat yang setara.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi makanan. Kemkomdigi siap menjadi penghubung agar sinergi ini berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kementerian Komdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Meutya.
Tinggalkan Balasan