Pelarian Terduga Pelaku Pencurian Sekolah di Garut Berakhir
Seorang terduga pelaku pencurian di sekolah di Kabupaten Garut, Jawa Barat akhirnya berhasil ditangkap setelah polisi berhasil menemukan tempat persembunyiannya. Pelaku yang diketahui bernama D (42) diduga melakukan aksi pencurian barang berharga di beberapa sekolah di wilayah tersebut.
Menurut informasi yang diperoleh, D adalah seorang spesialis pencurian barang berharga yang disimpan di sekolah-sekolah. Aksi kriminalnya sering dilakukan pada malam hari, khususnya di daerah Kecamatan Cibatu dan sekitarnya. Polisi mengungkapkan bahwa kejahatan ini tidak hanya terjadi satu kali, tetapi terjadi berulang kali dalam beberapa bulan terakhir.
Pada dini hari tadi, tepatnya pukul 02.00 WIB, petugas kepolisian berhasil menangkap D bersama dengan bantuan Tim Sancang. Penangkapan ini dilakukan di wilayah Pantauan Tarogong. Kapolsek Cibatu Iptu Amirudin Latif mengatakan bahwa penangkapan ini merupakan hasil dari penyelidikan intensif yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Diketahui bahwa sebelum penangkapan, polisi telah menerima laporan pada tanggal 19 September 2025 dari SMPN 1 Kersamanah yang menyebutkan bahwa sekolah tersebut telah dibobol maling pada malam hari. Barang-barang yang hilang antara lain laptop dan tiga buah smartphone yang ada di ruangan guru. Kerugian yang dialami mencapai Rp 16 juta.
Amir menjelaskan bahwa dari pengakuan D, barang bukti yang dicuri saat ini sedang digadaikan ke sebuah pegadaian. Pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui lokasi pasti barang tersebut.
Diketahui bahwa D adalah warga Kelurahan Paminggir, Garut Kota. Setelah ditangkap, ia langsung diserahkan ke Mapolres Garut untuk pemeriksaan lanjutan. Menurut pengakuannya, D mengakui bahwa dirinya telah melakukan pencurian di dua SD di Kecamatan Cibatu. Saat ini pihak kepolisian masih terus mengembangkan kasus ini untuk mengetahui apakah ada korban lain yang belum dilaporkan.
Penangkapan ini menunjukkan bahwa pihak kepolisian sangat aktif dalam menangani kasus-kasus kejahatan yang terjadi di wilayah Garut. Selain itu, hal ini juga menjadi peringatan bagi para pelaku kejahatan bahwa tindakan mereka akan segera diungkap dan dihukum sesuai hukum yang berlaku.
Kasus ini juga memicu kekhawatiran dari masyarakat terkait keamanan di lingkungan sekolah. Banyak orang tua siswa dan guru merasa khawatir karena kejadian ini bisa saja terjadi lagi di sekolah-sekolah lain. Oleh karena itu, pihak sekolah dan kepolisian diharapkan dapat bekerja sama untuk meningkatkan keamanan dan mencegah terjadinya kejadian serupa di masa depan.
Tinggalkan Balasan