.Ucapan “Audit Semua Kades” Picu Protes, yang menyebut Sutrisno dari Srono

Forum nusantara news. Com BANYUWANGI, Ratusan kepala desa se-Kabupaten Banyuwangi menggelar aksi damai di Gedung DPRD Banyuwangi, Senin (1711/2025), sebagai bentuk keberatan atas pernyataan anggota DPRD dan sekaligus ketua Fraksi partai gerindra Banyuwangi,

Suwito ketua Fraksi partai gerindra yang dinilai menui kontroversi terhadap kepala desa dan memicu kegaduhan. Para kepala desa menuntut klarifikasi terbuka dan permintaan maaf secara resmi.

Aksi ini berawal dari rapat dengar pendapat (hearing) yang berlangsung secara tertutup antara perwakilan kepala desa dan anggota DPRD. Rapat sempat berjalan kondusif hingga
Pernyataan tersebut memantik reaksi keras dari para kepala desa yang menilai ucapan itu tidak pantas, menggeneralisasi, dan berpotensi menimbulkan stigma buruk bagi pemerintahan desa di Banyuwangi.

Seusai hearing ditutup, dan keluar seluruh perwakilan kepala desa, ada suara lantang dengan menyebut nama Sutrisno dari Srono mengatakan semua kepala desa harus di audit,” menyebar ke luar ruangan hingga akhirnya memicu gelombang protes spontan di halaman DPRD. Puluhan hingga ratusan kepala desa yang tela keluar menuju di halaman DPRD dengan suara keberatan.

Sejumlah kepala desa dalam aksi tersebut menyampaikan bahwa mereka tidak anti-audit, namun menolak cara penyampaian yang dianggap menyudutkan.

“Kami tidak pernah menolak audit. Tapi jangan menggeneralisasi seolah semua kepala desa bermasalah. Pernyataan itu melukai kami,” ujar salah satu perwakilan kepala desa di hadapan massa.

Aksi berlangsung tertib dan damai. Para kepala desa membawa pesan utama bahwa mereka ingin menjaga Banyuwangi tetap aman, rukun, dan kondusif, tetapi tetap meminta penghormatan terhadap marwah pemerintahan desa.

Setelah melalui dialog intens dengan perwakilan kepala desa, pimpinan DPRD Banyuwangi akhirnya menyepakati untuk memberikan permintaan maaf secara terbuka di hadapan para kepala desa dan awak media juga masyarakat luas.

Anggota DPRD, Suwito sekaligus Ketua Fraksi gerindra akhirnya tampil dan menyatakan permintaan maaf.dengan tampil sikap kewarganegaraan yang di nilai matang patriot.

“Saya meminta maaf kepada seluruh kepala desa se-Banyuwangi. Tidak ada niat merendahkan. Saya mengajak kita semua menjaga Banyuwangi tetap aman dan kondusif,” ujarnya di depan peserta aksi.

Permintaan maaf tersebut disambut dengan tepuk tangan dan dianggap sebagai langkah positif untuk meredakan ketegangan.

Usai pernyataan resmi disampaikan, massa kepala desa membubarkan diri dengan tertib. Para kepala desa juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung stabilitas Banyuwangi.

“Kami hanya ingin dihargai. Kami tetap siap berkolaborasi menjaga Banyuwangi kondusif,” tegas perwakilan APDESI Banyuwangi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *