Perusahaan Produksi Drama Korea The Remarried Empress Minta Maaf atas Kontroversi Medali
Beberapa waktu terakhir, sebuah drama Korea yang tengah menjadi sorotan, yaitu The Remarried Empress, menghadapi kontroversi terkait penggunaan simbol yang menyerupai medali Nazi dalam kostum salah satu pemeran utama. Hal ini memicu reaksi dari publik dan media internasional.
Kontroversi bermula saat beberapa potongan gambar pertama dari drama tersebut dibagikan ke media sosial. Dalam foto-foto tersebut, terlihat medali yang dikenakan oleh aktor Ju Ji Hoon, yang menyerupai lambang Nazi. Meski tidak jelas apakah medali tersebut benar-benar berupa simbol Nazi atau hanya desain yang mirip, hal ini langsung menimbulkan kritik keras dari masyarakat.
Menanggapi isu tersebut, perusahaan produksi Studio N yang menangani drama ini langsung memberikan pernyataan resmi. Dalam pernyataannya, mereka menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kesalahan dalam proses peninjauan properti yang digunakan dalam produksi.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh kesalahan kami dalam meninjau properti yang sedang dipertanyakan,” ujar perusahaan. Mereka juga menyatakan bahwa pihaknya menyadari betapa seriusnya masalah ini, dan akan segera mengganti foto yang bermasalah serta mengambil langkah-langkah lebih lanjut agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Sebagai respons terhadap kritik publik, Disney+ yang menjadi platform penayangan drama ini juga menghapus foto yang dianggap bermasalah dari akun media sosial resminya. Tim produksi saat ini dikabarkan sedang melakukan diskusi terkait tindakan selanjutnya. Beberapa opsi yang muncul antara lain adalah mengambil ulang seluruh adegan yang melibatkan medali tersebut atau hanya mengedit bagian medali yang dianggap tidak sesuai.
Drama The Remarried Empress sendiri merupakan adaptasi dari novel web populer yang bercerita tentang hubungan romantis antara tiga tokoh utama: Navier (Shin Min Ah), Sovieshu (Ju Ji Hoon), dan Heinrey (Lee Jong Suk). Cerita ini berlatar di dunia fantasi dengan latar istana kekaisaran.
Navier, yang merupakan permaisuri Kekaisaran Timur, menceraikan Kaisar Sovieshu setelah ia berencana untuk mengangkat gundiknya, Rashta (Lee Se Young), sebagai permaisuri baru. Dinamika hubungan antara ketiga tokoh ini menjadi fokus utama dari cerita yang akan ditampilkan dalam drama ini.
Meski masih dalam tahap awal produksi, kontroversi yang terjadi telah menunjukkan betapa pentingnya kesadaran terhadap simbol-simbol yang digunakan dalam produksi hiburan. Masalah seperti ini tidak hanya memengaruhi citra drama itu sendiri, tetapi juga bisa menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap masyarakat dan budaya.
Pihak produksi kini diharapkan dapat menyelesaikan masalah ini dengan cepat dan transparan, sehingga tidak mengganggu proses produksi dan minat penonton terhadap drama ini.
Tinggalkan Balasan