Upaya Pencarian Korban Tanah Longsor Terus Dipercepat
Pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kembali dilakukan dengan intensitas tinggi pada hari kelima operasi SAR. Tim gabungan dari berbagai unsur terus memaksimalkan seluruh metode yang tersedia untuk menemukan korban yang masih hilang.
Cuaca Memungkinkan Pencarian Lebih Efisien
Cuaca cerah pada Senin pagi memberikan ruang lebih luas bagi tim di lapangan untuk mempercepat pencarian. Kondisi tersebut diharapkan dapat memperlancar proses evakuasi yang sebelumnya sering terkendala oleh hujan dan tanah labil. Meski begitu, tim tetap menjaga kewaspadaan mengingat risiko longsoran tambahan masih ada.
Metode Pencarian yang Digunakan
Memasuki hari kelima, operasi SAR menerapkan tiga metode utama yang dijalankan secara paralel. Pertama, penggunaan drone thermal yang berfungsi memantau area dari udara sekaligus mendeteksi potensi titik panas yang bisa mengarah pada keberadaan korban. Kedua, tim menerjunkan anjing pelacak untuk menelusuri permukiman yang tertimbun material longsor. Ketiga, alat berat dikerahkan untuk melakukan penggalian pada sejumlah titik prioritas yang telah ditandai dalam beberapa hari terakhir.
Pembagian Area Pencarian
Menurut informasi yang diberikan oleh SAR Mission Coordinator (SMC), pembagian area pencarian masih mengikuti pola kerja hari sebelumnya. Tim dibagi ke dalam empat worksite, yaitu A1 dan A2 di Dusun Cibuyut, serta B1 dan B2 di Dusun Tarukahan. Setiap worksite berada di bawah koordinasi seorang koordinator lapangan yang memastikan proses penyisiran berjalan efektif dan aman. Ia menambahkan bahwa kondisi jalur evakuasi kini lebih stabil dibandingkan hari-hari awal, meski tetap membutuhkan kewaspadaan tinggi.
Modifikasi Cuaca untuk Mendukung Operasi SAR
Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan modifikasi cuaca sejak Minggu, 16 November 2025 untuk mengurangi potensi hujan di wilayah terdampak. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan hadirnya cuaca cerah sejak Minggu sore hingga Senin pagi, sehingga membantu mempercepat gerak tim SAR di area yang sebelumnya sulit dijangkau.
Temuan Korban pada Hari Kelima
Pada operasi hari kelima, Senin, 17 November 2025, tim SAR menemukan dua korban meninggal dunia di Worksite A-2. Korban pertama, Nilna Nur Fauziah (9), ditemukan pukul 08.57 WIB. Tidak lama berselang, korban kedua, Wafik Nur Aini Zahra (15), ditemukan pada pukul 09.37 WIB. Selain itu, dua unit sepeda motor juga berhasil dievakuasi di Worksite B-2 sekitar pukul 09.11 WIB.
Informasi Tentang Bencana Tanah Longsor
Tanah longsor yang terjadi pada Kamis, 13 November 2025 sekitar pukul 19.00 WIB itu menimbun permukiman warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut. Peristiwa tersebut merusak 12 rumah, mengancam 16 rumah lainnya, serta menyebabkan penurunan tanah sedalam dua meter dan retakan sepanjang 25 meter pada area seluas sekitar 6,5 hektare.
Data Korban dan Proses Pemulihan
Hingga Senin, 17 November 2025 pukul 10.00 WIB, total warga terdampak mencapai 46 orang. Dari jumlah tersebut, 23 orang selamat, 15 meninggal dunia, dan delapan orang masih dalam pencarian. Operasi SAR masih terus berlanjut dengan harapan seluruh korban segera ditemukan dan proses pemulihan dapat segera dimulai.
Tinggalkan Balasan