Nenek 83 Tahun Ditemukan dalam Kondisi Meninggal Dunia Setelah Tenggelam di Sungai Mentaya
Pencarian terhadap nenek Masliun (83 tahun) yang hilang di sekitar Sungai Mentaya, Kuala Kuayan, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah akhirnya berakhir dengan penemuan jasad korban. Nenek lansia tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari Minggu (16/11/2025), sekitar pukul 13.30 WIB. Penemuan ini dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi dan warga setempat.
Proses Pencarian yang Dilakukan
Masliun dilaporkan hilang pada Sabtu siang sekitar pukul 12.00 hingga 14.00 WIB. Dugaan sementara menyebutkan bahwa korban terpeleset saat berada di dekat rumah yang berdekatan dengan bantaran Sungai Mentaya. Keluarga tidak dapat menemukan keberadaannya selama beberapa jam, sehingga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.
Sejak laporan masuk, proses pencarian dimulai. Tim gabungan yang terlibat mencakup BPBD Kotawaringin Timur, Basarnas, pihak kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta warga sekitar. Mereka melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai yang diduga menjadi jalur hanyutnya korban.
Penemuan Jasad Korban
Jasad Masliun ditemukan oleh warga setempat sekitar 500 meter dari lokasi awal kejadian. Saat itu, warga melihat sesuatu mengambang di aliran sungai dan segera memastikan bahwa itu adalah tubuh korban. Setelah dipastikan, mereka langsung mengevakuasi jenazah dan membawanya ke rumah duka.
Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, mengonfirmasi penemuan tersebut. Menurutnya, jasad korban ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB. “Korban ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB, berjarak sekitar 500 meter dari titik dugaan terjatuh,” ujarnya.
Proses Pemakaman dan Reaksi Masyarakat
Setelah dievakuasi, pihak keluarga menyampaikan bahwa almarhumah akan segera dimakamkan pada hari yang sama. Proses pemakaman dilakukan sesaat setelah jenazah dibawa pulang ke rumah duka. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan.
Warga Kuala Kuayan mengucapkan rasa belasungkawa atas kejadian ini. Mereka juga berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi. Lingkungan permukiman yang dekat dengan sungai dan banyak dihuni oleh warga lanjut usia membuat masyarakat waspada terhadap risiko seperti ini.
Faktor Risiko dan Kesadaran Masyarakat
Sungai Mentaya merupakan salah satu sumber air utama di wilayah tersebut. Namun, keberadaan sungai juga membawa risiko bagi penduduk yang tinggal di dekatnya. Khususnya bagi lansia, yang cenderung lebih rentan terhadap kecelakaan.
Beberapa langkah pencegahan telah diambil oleh pihak desa dan kelurahan. Misalnya, pemasangan tanda peringatan di area yang rawan, serta sosialisasi kesadaran akan bahaya dekat sungai. Namun, pengawasan tetap diperlukan untuk memastikan keamanan warga, terutama lansia yang tinggal sendirian.
Kesimpulan
Kejadian tenggelamnya nenek Masliun menjadi peringatan penting bagi masyarakat sekitar. Meskipun pencarian berhasil menemukan korban, kejadian ini mengingatkan kita akan pentingnya kesadaran diri dan lingkungan terhadap potensi bahaya. Dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait, harapan besar bisa diwujudkan agar kejadian serupa tidak terulang.
Tinggalkan Balasan