Proses Pencarian Pelatih Timnas Indonesia Memasuki Tahap Akhir
Pencarian pelatih untuk tim nasional sepak bola Indonesia akhirnya memasuki tahap akhir. Setelah melalui berbagai proses evaluasi dan diskusi, kini hanya tersisa lima nama yang akan diwawancarai secara langsung oleh PSSI.
Sejak PSSI mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert pada 16 Oktober 2025, kursi pelatih timnas Indonesia masih kosong. Hal ini menyebabkan timnas harus melewatkan agenda FIFA Matchday November 2025. Dalam waktu satu bulan terakhir, tidak ada pelatih yang menjabat sebagai pengarah strategis bagi tim.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan wewenang kepada Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, untuk berkoordinasi dengan Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, dalam mencari pelatih baru. Jika nantinya telah ditemukan, kedua pihak akan membahasnya lebih lanjut dengan PSSI dalam rapat Exco.
Dalam sebuah podcast bersama Bukan Kaleng-kaleng, Erick Thohir mengungkapkan bahwa proses pencarian pelatih ini tidak mudah. Ia menekankan bahwa PSSI tidak ingin terburu-buru dalam memilih pelatih. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa pelatih yang dipilih dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan timnas Indonesia.
Meski begitu, Erick Thohir tidak menyebutkan nama-nama pelatih yang sedang dipertimbangkan. Pencarian awal terhadap 10 pelatih ternyata tidak mudah. Selain itu, PSSI juga perlu memastikan apakah para pelatih tersebut bersedia menjadi juru taktik timnas Indonesia.
Setelah beberapa diskusi, lima dari 10 nama tersebut memutuskan untuk tidak menerima tawaran. Kini, hanya tersisa lima calon pelatih yang akan diambil alih oleh PSSI. “Sebenarnya, sebelumnya itu ada 10 nama pelatih tapi yang lima tidak bersedia,” ujar Erick Thohir.
Ia juga menjelaskan bahwa PSSI membutuhkan proses yang cukup panjang dalam menentukan pelatih. “Untuk negaranya, pasti ada tiga atau empat negara,” tambahnya.
Banyak nama pelatih muncul di media sosial sebagai kandidat kuat untuk posisi pelatih timnas Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Jesus Casas, Timur Kapadze, Bojan Hodak, dan Heimir Hallgrimsson. Namun, hingga saat ini, PSSI tetap menjaga kerahasiaan tentang nama-nama tersebut.
Sumardji, Ketua Badan Tim Nasional, mengatakan bahwa penunjukan lima pelatih tersebut akan diumumkan secara resmi oleh Erick Thohir. “Lima pelatih itu yang akan kami dalami,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa PSSI akan melakukan pendalaman terhadap lima pelatih tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah fit and proper test, yaitu ujian kemampuan dan visi misi pelatih jika bergabung dengan timnas Indonesia. Proses ini pernah dilakukan ketika Shin Tae-yong dan Luis Milla diuji pada 2019 saat PSSI dipimpin oleh Mochamad Iriawan.
Sumardji tidak ingin menyebutkan kapan pertemuan dengan lima pelatih tersebut akan dilakukan, baik secara offline maupun online. “Mekanismenya sudah ada dan saya tidak perlu menyampaikannya,” katanya.
Ia menegaskan bahwa semua proses akan dilakukan sesuai dengan mekanisme yang benar. “Insya Allah ini akan memberikan hasil yang sangat baik dan positif untuk timnas Indonesia.”
Akhirnya, dari kelima pelatih tersebut, PSSI akan memilih satu orang yang paling cocok untuk memimpin timnas Indonesia. “Dari kelima itu nanti pasti akan kami pilih satu pelatih saja,” tutup Sumardji.
Tinggalkan Balasan