Ruben Onsu Keberatan Anaknya Live Sampai Malam, Larang Eksploitasi Anak

Kebijakan Ruben Onsu Terkait Aktivitas Anaknya di Media Sosial

Ruben Onsu, seorang publik figur yang dikenal sebagai ayah dari dua putri terkenal, Thalia dan Thania Onsu, kembali menjadi sorotan setelah menyampaikan keberatannya terhadap aktivitas anak-anaknya dalam dunia media sosial. Hal ini terjadi setelah kuasa hukumnya, Minola Sebayang, memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai situasi yang terjadi di balik layar.

Menurut Minola, Ruben Onsu merasa tidak nyaman dengan tindakan yang dilakukan oleh Sarwendah, istri dari Ruben Onsu, yang sering memasukkan kedua putrinya dalam live TikTok. Menurutnya, hal ini dapat dikategorikan sebagai bentuk eksploitasi terhadap anak-anak, meskipun secara langsung tidak ada aktivitas pekerjaan yang dilakukan oleh Thalia dan Thania.

“Undang-undang melarang anak kecil untuk dieksploitasi dalam bentuk pekerjaan, apa pun bentuknya,” ujar Minola. Ia menegaskan bahwa Ruben Onsu beberapa kali melihat putrinya tampil di malam hari, padahal waktu tersebut seharusnya digunakan untuk belajar. “Malam hari anak itu harusnya belajar, bukan live. Ini Ruben juga komplain beberapa live TikTok anak-anaknya dipakai (Sarwendah),” tambahnya.

Meskipun hanya muncul dalam live Sarwendah, Minola menilai hal tersebut tetap bisa dianggap sebagai aktivitas pekerjaan. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa Ruben Onsu sebagai ayah seharusnya juga diminta izin sebelum anak-anaknya terlibat dalam aktivitas tersebut.

Tanggapan Masyarakat dan Perdebatan Terkait

Isu ini semakin memicu perdebatan di kalangan masyarakat. Beberapa pihak menilai bahwa kehadiran Thalia dan Thania dalam live Sarwendah bukanlah karena mereka dilibatkan dalam pekerjaan, melainkan karena mereka hanya ingin bertemu dengan ibunya saat live berlangsung. Salah satu warganet bahkan menyatakan bahwa anak-anak tersebut tidak sedang menjual produk atau melakukan aktivitas apapun selama live.

“Padahal anaknya di situ bukan live jualan, tapi mamaknya kerja live anak nyamperin pengen ketemu mamaknya,” tulis salah satu komentar. “Padahal anaknya gak ikut jualan cuma kebetulan suka main ke studionya kalo bundanya lagi live… Mana ada anak-anaknya jualan,” komentar lainnya.

Namun, di balik semua perdebatan ini, Minola menyebutkan bahwa ada hal lain yang lebih mengkhawatirkan bagi Ruben Onsu. Ia menyatakan bahwa Ruben mulai kesulitan untuk bertemu dengan kedua putrinya. “Ketemuan aja nggak boleh,” ungkap Minola sambil menunjukkan bukti percakapan WhatsApp antara Ruben Onsu dan Sarwendah.

Tantangan dalam Pemenuhan Hak Anak

Minola juga menyoroti pentingnya hak anak dalam segala aktivitas yang melibatkan mereka. Menurutnya, anak-anak memiliki hak untuk tidak dieksploitasi, baik secara fisik maupun mental. Ia menekankan bahwa setiap keputusan yang melibatkan anak-anak harus didiskusikan dengan orang tua, termasuk dalam hal aktivitas di media sosial.

Dengan adanya perdebatan ini, muncul pertanyaan besar tentang bagaimana seorang anak bisa terlibat dalam aktivitas yang dianggap sebagai pekerjaan, meskipun secara langsung tidak ada kontrak atau pembayaran yang terjadi. Minola menegaskan bahwa larangan tersebut berlaku untuk semua bentuk pekerjaan, termasuk aktivitas di media sosial.

Kesimpulan

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para orang tua dan pengelola konten media sosial untuk lebih waspada terhadap aktivitas yang melibatkan anak-anak. Meskipun tampil di media sosial bisa menjadi cara untuk mengekspresikan diri, namun jika dilakukan tanpa persetujuan dan pengawasan yang tepat, maka bisa berpotensi membahayakan anak.

Sebagai langkah awal, diperlukan regulasi yang lebih ketat terkait aktivitas anak di media sosial serta edukasi kepada orang tua agar lebih memahami batasan-batasan dalam mengizinkan anak-anak tampil di depan kamera. Dengan demikian, kepentingan anak dapat tetap dijaga, sekaligus menghindari potensi eksploitasi yang tidak diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *