Menteri Budi Kuatkan Layanan PET Scan hingga Bedah Jantung di Timur

Layanan Kesehatan Terbaru di RSUP Kemenkes Surabaya

RSUP Kemenkes Surabaya kini telah meluncurkan berbagai layanan kesehatan yang sangat penting bagi masyarakat, termasuk PET Scan, Radioterapi, bedah jantung MICS (Minimally Invasive Cardiac Surgery), dan perbaikan katup mitral. Layanan ini resmi diperkenalkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan telah beroperasi sejak 16 September 2025.

Sampai saat ini, layanan tersebut telah menangani sebanyak puluhan pasien. Namun, Budi menyampaikan bahwa tidak semua biaya layanan tersebut dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Hal ini menjadi salah satu tantangan yang harus segera diselesaikan agar layanan ini bisa lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.

“Bukannya PET Scan tidak mulai berjalan pada 16 September 2025, sekarang sudah melayani 66 pasien. Tapi itu belum ditangani oleh BPJS. Layanan BPJS belum bisa dilakukan. Untuk yang PET Scan, kalau untuk jantung bisa. Nanti saya minta dipercepat,” ujar Budi dalam konferensi pers di RSUP Kemenkes Surabaya, Senin (17/11/2025).

Budi menekankan pentingnya memperluas akses layanan kesehatan ini melalui BPJS agar pasien bisa mendapatkan pengobatan secara cepat dan maksimal. Ia menjelaskan bahwa jika layanan ini bisa diakses melalui BPJS, jumlah pasien yang akan datang akan meningkat drastis.

“Ini saja yang belum menggunakan BPJS, artinya jumlahnya sedikit. Dari September sampai sekarang sudah ada 66 pasien. Bayangkan kalau pembayaran menggunakan BPJS dibuka, pasti banyak sekali pasien yang masuk,” tambahnya.

Akses Layanan Kesehatan di Wilayah Indonesia Timur

Menurut Budi, layanan seperti PET Scan dan Radioterapi serta bedah jantung MICS dan perbaikan katup mitral masih jarang tersedia di wilayah Indonesia Timur, termasuk Sulawesi, Kalimantan, Maluku, hingga Nusa Tenggara. Hal ini membuat pasien dari daerah tersebut harus dirujuk ke Surabaya untuk mendapatkan pengobatan.

“Karena itu, dengan hadirnya layanan ini di RSUP Kemenkes Surabaya, para pasien dari wilayah Indonesia Timur dapat lebih mudah mendapatkan pengobatan,” jelas Budi.

Selain itu, pihaknya juga memiliki rencana untuk membuka layanan serupa di beberapa wilayah Indonesia Timur, seperti Sulawesi, Maluku, Papua, hingga Nusa Tenggara. Tujuannya adalah untuk mengurangi beban pasien yang harus melakukan perjalanan jauh untuk mendapatkan pengobatan.

“Karena tidak mungkin layanan ini bisa menampung seluruh Indonesia. Jika terus demikian, mereka harus dirujuk. Masak dari NTT harus dirujuk ke Surabaya, keluarganya 15 orang. Bagaimana teman-temannya bisa menemani? Ini sangat menyedihkan,” ujarnya.

Dengan adanya layanan kesehatan baru ini, diharapkan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia dapat lebih mudah mengakses layanan medis berkualitas tanpa harus melakukan perjalanan jauh. Selain itu, peningkatan akses layanan melalui BPJS akan memastikan bahwa layanan kesehatan ini dapat dinikmati oleh sebanyak mungkin masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *