Peran Ahli Gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis
Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan respons terhadap pernyataan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurizal yang menyebut bahwa program makan bergizi gratis (MBG) tidak memerlukan kehadiran ahli gizi. Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa dalam pelaksanaan program tersebut, pihaknya tetap memprioritaskan keterlibatan sarjana ahli gizi dan lulusan vokasi gizi.
Menurut Nanik, pada tahap awal pelaksanaan program, sarjana gizi menjadi pihak utama yang dilibatkan. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dirancang untuk melibatkan para ahli gizi serta lulusan vokasi gizi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa program MBG dapat berjalan secara efektif dan sesuai dengan standar kesehatan.
Namun, Nanik mengakui bahwa jumlah SPPG yang semakin bertambah tidak sebanding dengan jumlah lulusan sarjana gizi yang tersedia. Oleh karena itu, BGN saat ini sedang mencari solusi untuk memperluas lingkup pihak yang dapat terlibat dalam program tersebut.
“Kini kita perluas keterlibatan pada bidang Sarjana Kesehatan Masyarakat, Teknologi Pangan, dan Pengolahan Makanan,” ujar Nanik. Ia menjelaskan bahwa pihak-pihak tersebut memiliki pengetahuan yang relevan dengan aspek gizi, meskipun bukan lulusan langsung dari jurusan gizi.
Sebelumnya, Cucun Ahmad Syamsurizal telah menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang sempat memicu perdebatan di masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam diskusi bersama BGN di Bandung beberapa waktu lalu. Cucun menegaskan bahwa ahli gizi sangat penting dalam pelaksanaan program MBG.
Ia menekankan bahwa ahli gizi adalah pihak yang bertugas mengawal program MBG agar bisa menciptakan generasi emas yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Menurut Cucun, program MBG bukan sekadar program sosial, tetapi juga bagian dari upaya mewujudkan cita-cita bangsa dengan menumbuhkan sumber daya manusia unggul melalui peningkatan gizi, pendidikan tentang gizi, serta kesehatan sejak dini.
Cucun juga mengklaim telah melakukan pertemuan dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) dan Badan Gizi Nasional untuk mendiskusikan langkah-langkah lebih lanjut dalam mendukung program MBG. Dalam pertemuan tersebut, mereka sepakat untuk memperkuat program MBG melalui kerja sama antara BGN dan Persagi.
Beberapa langkah yang direncanakan antara lain meningkatkan koordinasi antara lembaga-lembaga terkait, memperluas partisipasi para ahli di berbagai bidang, serta memastikan bahwa program MBG dapat berjalan dengan baik dan berdampak positif bagi masyarakat.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan program MBG dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam pembangunan SDM yang lebih berkualitas dan sehat. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan lainnya.
Tinggalkan Balasan