Welly Suhery: Realisasi Pembangunan di Mapattunggul Selatan?

Fokus Pembangunan di Wilayah Terjauh Kabupaten Pasaman

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman terus memprioritaskan pembangunan di wilayah yang dianggap paling jauh dari pusat pemerintahan. Salah satu daerah yang menjadi fokus utama adalah Mapattunggul Selatan. Pembangunan ini akan mencakup berbagai sektor, seperti pendidikan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kesehatan, serta peningkatan akses jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Bupati Pasaman, Welly Suhery, menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan ke Mapattunggul Selatan dalam rangka Peringatan Hari Kesehatan Nasional 2025. Dalam pertemuan tersebut, Bupati berdiskusi dengan tokoh adat dan masyarakat setempat, termasuk Dasri Datuak Bandaro Kayo, pucuak adat Kampung Pangian, Ramsi Datuak Paduko Sati, Damri Datuak Mangkuto Jelo, Sarifuddin Datuak Pangulu Besar, dan Hamidi Datuak Baginto Sati. Hadir juga sejumlah tokoh masyarakat lainnya.

Upaya Pemkab Pasaman dalam Memperjuangkan Anggaran

Bupati Welly menjelaskan bahwa Pemkab Pasaman telah melakukan upaya awal untuk memperjuangkan anggaran pembangunan dari pemerintah pusat. Salah satunya adalah pengajuan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan akses jalan di seluruh wilayah Kabupaten Pasaman, termasuk Mapattunggul Selatan.

Awalnya, pemerintah pusat memberikan komitmen untuk mendukung pembangunan tersebut. Namun, perubahan regulasi membuat anggaran yang dijanjikan mengalami penundaan. “Kita sudah memperjuangkan ke pusat, namun tiba-tiba ada perubahan regulasi,” ujar Bupati Welly.

Meskipun demikian, Pemkab Pasaman tetap berkomitmen untuk mempercepat pembangunan di kawasan terjauh, termasuk memberikan layanan yang lebih baik bagi masyarakat.

Strategi Pembangunan yang Dilakukan

Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemkab Pasaman akan memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta terus berupaya menggaet dana dari pemerintah pusat. Selain itu, koordinasi lintas sektor juga akan dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan efektif dan efisien.

Bupati Welly juga menjelaskan kondisi infrastruktur jalan di Mapattunggul Selatan saat ini. Menurutnya, jalan-jalan yang ada dibagi berdasarkan kewenangan, yaitu ada yang menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten dan ada pula yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Meski begitu, fokus pembangunan jalan akan tetap dilakukan oleh Pemkab Pasaman pada ruas yang menjadi kewenangannya.

Dana Inpres untuk Pembangunan Jalan

Selain DAK, Pemkab Pasaman juga akan menerima anggaran melalui Dana Alokasi Khusus Fisik Dana Insentif Daerah (DAK Fisik DID) atau yang biasa disebut Dana Inpres. Dana ini telah berhasil diakomodir melalui sinergi lintas sektor dalam pembangunan Ruas Jalan Rumbai-Muaro Tais. Anggaran yang dialokasikan untuk proyek tersebut mencapai sekitar Rp35 miliar.

“Alhamdulillah, dalam waktu dekat akan segera dilakukan,” kata Bupati Welly Suhery.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *