Kekurangan Guru di Surabaya Mengancam Kualitas Pendidikan
Kota Surabaya menghadapi tantangan serius dalam pengadaan guru untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Diperkirakan, sebanyak 1.900 guru akan pensiun hingga tahun 2025 mendatang, yang berpotensi menyebabkan krisis tenaga pendidik di sekolah-sekolah negeri. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap kualitas proses belajar mengajar di tingkat dasar.
Kekurangan Guru yang Mengkhawatirkan
Berdasarkan data yang diperoleh, kekurangan guru paling banyak terjadi di jenjang SDN, dengan jumlah lebih dari 1.000 orang. Sementara itu, di jenjang SMPN, kekurangan guru mencapai sekitar 800 orang. Hal ini mencakup berbagai mata pelajaran serta posisi guru kelas. Jika tidak segera diatasi, dampaknya bisa sangat besar terhadap sistem pendidikan di Kota Pahlawan.
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr Akmarawita Kadir, menyoroti pentingnya segera mencari solusi untuk mengatasi masalah ini. Ia menilai, jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus, maka proses pembelajaran akan terganggu, terutama di tingkat dasar yang menjadi fondasi utama pendidikan.
Langkah yang Disarankan oleh DPRD
Salah satu solusi yang disarankan oleh DPRD adalah segera mengajukan kuota pegawai baru, baik melalui rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun formulasi lainnya. Keputusan ini dinilai sangat penting agar kebutuhan guru dapat segera terpenuhi tanpa menimbulkan kesenjangan yang berlarut-larut.
Selain itu, keberadaan tiga SMPN baru di Surabaya pada tahun ini juga menambah tekanan terhadap kebutuhan guru. Oleh karena itu, pengajuan kuota CPNS di tahun depan dinilai sebagai kesempatan emas bagi calon-calon yang ingin bergabung dalam sistem pendidikan negeri.
Solusi Sementara untuk Mengisi Kekosongan
Sementara itu, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Surabaya sedang merencanakan langkah-langkah untuk mengisi kekosongan guru. Salah satu solusi sementara yang dipertimbangkan adalah merekrut mahasiswa semester akhir dari perguruan tinggi yang berfokus pada pendidikan. Mereka akan diajukan untuk mengajar sementara, sesuai dengan jurusan dan mata pelajaran yang dibutuhkan.
Kepala BKPSDM, Ira Tursilowati, menjelaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan lembaga nasional terkait seperti BKN untuk memastikan proses pengisian kekosongan guru berjalan efektif. Ia juga menegaskan bahwa solusi jangka panjang tetap harus ditempuh, termasuk melalui pengajuan kuota CPNS.
Peran Pemkot dalam Memperkuat Sistem Pendidikan
Komisi D DPRD Surabaya meminta Pemkot Surabaya untuk segera berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk dinas pendidikan dan BKPSDM. Dengan kerja sama yang lebih baik, diharapkan kebutuhan guru dapat segera terpenuhi tanpa mengganggu proses belajar mengajar.
Idealnya, setiap sekolah harus memiliki cukup jumlah guru sesuai dengan kebutuhan masing-masing mata pelajaran. Baik itu guru yang berstatus PNS maupun bukan, yang penting layanan pendidikan tetap optimal dan hak siswa untuk mendapatkan pelajaran yang berkualitas terpenuhi.
Dengan demikian, penanganan kekurangan guru di Surabaya perlu dilakukan secara cepat dan terstruktur agar tidak mengganggu kualitas pendidikan yang selama ini telah menjadi prioritas utama.
Tinggalkan Balasan