Peran Guru dalam Pembentukan Karakter dan Kepribadian Siswa
Dalam memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November, banyak orang mengingat peran penting guru dalam kehidupan masyarakat. Salah satu tokoh yang memberikan refleksi mendalam adalah Dr. dr. RR.Titie Purwaningsari, MMRS FISQUA, Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Ia lebih dikenal dengan panggilan dok Tie, yang menyampaikan pemikirannya tentang bagaimana guru menjadi sosok sentral dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa.
Guru sebagai Pengganti Orangtua di Sekolah
Dr. Titie menekankan bahwa guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga menjadi figur yang sangat berpengaruh dalam kehidupan siswa. Menurutnya, guru bisa dianggap sebagai pengganti orangtua di lingkungan sekolah. Dalam keterangannya, ia mengenang masa sekolah dasarnya, di mana interaksi antara guru dan murid terjadi secara langsung tanpa adanya alat elektronik seperti gawai.
“Guru adalah pengganti orangtua di sekolah. Saking dekatnya, sampai sekarang pun beliau (guru SD saya) mampu mengenali saya hanya dengan mendengar suara saya dari ruangan lain,” ujarnya. Di masa itu, guru bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai idola karena penampilan dan pengetahuan baru yang mereka bawa.
Kekuatan Kata-Kata Positif yang Mengubah Hidup
Salah satu momen paling berkesan dalam hidup Dr. Titie adalah pengalaman dengan guru matematikanya. Ia pernah mendapat nilai ujian yang rendah, yaitu 2, namun sang guru tidak marah. Justru, guru tersebut memberikan motivasi melalui kata-kata positif yang membuatnya semangat belajar.
“Sebetulnya Titie bisa kan, hanya saja kurang teliti sehingga salah hitung,” ujar Dr. Titie menirukan ucapan guru matematikanya. Kepercayaan yang diberikan oleh guru tersebut membawanya untuk lebih rajin belajar dan akhirnya meraih nilai tertinggi. Hal ini membuktikan bahwa guru tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga berperan penting dalam membentuk kepribadian siswanya.
Pesan untuk Para Guru: Amal Jariyah dan Dampak Spiritual
Menutup refleksinya, Dr. Titie menyampaikan pesan dan apresiasi yang tulus bagi seluruh guru di Indonesia. Ia menekankan bahwa meskipun para guru menghadapi berbagai tantangan dalam hidup, peran mereka dalam perkembangan jiwa anak tetap sangat penting.
“Pesan saya untuk para guru adalah, sehebat apapun cobaan hidup guru sebagai manusia, guru tetap saja dalam bertugas memiliki peran penting dalam perkembangan jiwa anak,” katanya. Dr. Titie menjelaskan bahwa tidak ada murid yang ingin bodoh, dan setiap siswa biasanya merasa bersalah sebelum guru mengetahuinya saat melakukan kesalahan. Oleh karena itu, dukungan melalui tindakan dan kata-kata positif dari seorang guru menjadi kunci utama dalam proses pembelajaran.
“Kata-kata positif mampu mengubah pola pikir dan sikap siswa terhadap kesalahan dan ketidakmampuannya, menjadi sesuatu yang bernilai positif dalam kehidupannya,” tambahnya. Ia percaya bahwa semua ilmu yang diberikan guru akan menjadi amal pahala yang berkelanjutan.
Investasi dalam Kata-Kata Positif
Meskipun balasan mungkin tidak selalu berupa uang, dampak dari ilmu yang diberikan guru akan terlihat dalam bentuk keluarga yang sehat, anak-anak yang menjadi kebanggaan bangsa dan negara, serta kehidupan yang berkah. Melalui refleksinya ini, Dr. dr. RR Titie Purwaningsari menegaskan kembali bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa sejati. Investasi mereka berupa kata-kata positif akan terus membuahkan hasil, memastikan setiap ilmu yang ditanamkan menjadi pundi-pundi keberkahan bagi kehidupan mereka dan kemajuan bangsa.
Tinggalkan Balasan