Fakta Terbaru Longsor di Kampus III UIN Padang dan Dampaknya

Peristiwa Longsor di Kampus III UIN Imam Bonjol Padang

Peristiwa longsor yang terjadi di Kampus III Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang menjadi peringatan penting tentang pentingnya manajemen risiko di lingkungan kampus, terutama bagi institusi yang berada di daerah perbukitan atau lereng. Meskipun tidak ada korban jiwa, kejadian ini menunjukkan adanya kerusakan material serta potensi bahaya yang mengancam mahasiswa dan dosen. Hal ini menegaskan bahwa pembangunan kampus di wilayah rawan harus memperhatikan aspek lingkungan, geologi, serta sistem drainase secara lebih serius.

Lokasi dan Waktu Kejadian

Longsor terjadi pada hari Selasa, 25 November 2025, sekitar pukul 13.40 WIB. Lokasi tepatnya berada di lereng yang berada di belakang Gedung A dan Gedung B Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Diduga penyebab utama dari kejadian ini adalah curah hujan tinggi yang terjadi selama beberapa hari sebelumnya, sehingga menyebabkan tanah menjadi labil dan mudah longsor.

Dampak Material dan Infrastruktur

Hasil identifikasi awal menunjukkan kerusakan yang cukup signifikan. Sebanyak 4 mobil dan 3 sepeda motor milik civitas akademika tertimbun atau rusak akibat longsoran tanah. Selain itu, bangunan FEBI terindikasi miring, yang menunjukkan bahwa struktur gedung juga terpengaruh oleh pergerakan tanah.

Karena adanya risiko longsoran susulan, pihak kampus bersama dengan pemerintah setempat turun tangan dengan mengerahkan alat berat dan tim dari Dinas PUPR serta petugas keamanan dan polisi untuk melakukan evakuasi dan pembersihan area yang terdampak.

Respons Kampus dan Tindakan Darurat

Pihak kampus, termasuk rektor dan jajaran pimpinan, langsung meninjau lokasi kejadian. Untuk menjaga keselamatan civitas akademika, kampus mengeluarkan himbauan agar area longsor dihindari. Proses belajar mengajar (PBM) dialihkan sementara waktu menjadi daring (online), mulai dari tanggal 25 hingga 28 November 2025.

Situasi Saat Ini dan Potensi Risiko Lanjutan

Evakuasi masih terus dilakukan. Alat berat terus bekerja untuk mengangkat tanah dan puing-puing dari area parkir serta turap yang ambruk. Pihak kampus dan pemerintah daerah telah melaporkan kejadian ini kepada instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.

Meski sudah dilakukan tindakan darurat, risiko susulan tetap ada, terutama jika hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut. Oleh karena itu, area yang terkena dampak longsor dilarang untuk dilalui sementara waktu. Masyarakat dan pengguna kampus diminta untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terkini dari pihak kampus.

Kejadian ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya manajemen risiko dalam pengembangan infrastruktur kampus, terutama di daerah yang rentan terhadap bencana alam seperti longsoran tanah. Diperlukan koordinasi yang baik antara pihak kampus, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman-ancaman semacam ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *