Aj Sang Mandor SPBU Kasiman Baru Klarifikasi, Terkait Berita Dugaan Penyimpangan Disribusi BBM Bersubsidi

Ilustrasi Gambar : Nampak Antre Kendaraan Roda 2, diduga untuk membeli BBM jenis Pertalite

Bojonegoro :- Setelah beredarnya pemberitaan terkait dugaan penyimpangan distribusi BBM Bersubsidi yang diduga jenis Pertalite itu, Aj Mandor Pom Kasiman baru buka suara dan meresponsnya, serta menganggap bahwa pemberitaan terkait SPBU yang dibawah pengelolaannya itu, tidak benar dan tidak sesuai fakta di lapangan.

Bahkan Aj, membantah foto yang ditayangkan merupakan gambar tempat pengisian Pertamax atau BBM non subsidi.

Padahal pada gambar tayangan tersebut, selain ada dugaan pengisian memakai jerigen, banyak kendaraan roda dua, yang antre untuk mengisi BBM.

Lalu apa mungkin mereka mengisi Pertamax, padahal nampak terlihat deretan panjang kendaraan roda 2, antre, kuat dugaan mereka hanya untuk mengisi BBM Bersubsidi.

“Gambar pengisian BBM di jerigen yang anda muat itu adalah pengisian di jenis produk Pertamax. Di situ terlihat nosel warna biru juga di red carpet, jadi anda memuat berita yang tidak sesuai dengan faktanya,
Jelas Pertamax bukan BBM subsidi,” tulis Aj dalam chat Whatsapp miliknya Rabu, 26/11/2025.

Sayang memang bantahan Aj, seharusnya Aj sang Mandor SPBU Kasiman itu, memberikan klarifikasi sebelum berita ditayangkan. Padahal Tim Awak Media dua hari sebelum berita diturunkan sudah melakukan konfirmasi.Namun tidak mendapatkan respons, sehingga mau tidak mau berita harus diturunkan.

“Kemaren saya masih sibuk persiapan audit awal bulan nanti, sebenarnya waktu anda ambil gambar Pertamax saya baru sampai di SPBU, saya masuk sebentar jenengan balik.” Tulis lagi Aj, pada chat Whatsapp miliknya.

Sebenarnya Tim Awak Media, masih berupaya melakukan konfirmasi kembali, untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut dari Aji.

Hal ini dilakukan setelah membaca whatsapp Aj.
Namun lagi lagi Aj, belum bisa meresponsnya.

Lalu ada apa sebenarnya dengan sang Mandor ini ?***(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *