KEDIRI forum Nusantara Wah, bagaimana bisa salah TANGKAP itu ?. Mungkin KATA itu yang dapat DIUCAPKAN oleh MASYARAKAT bagi KORBAN KetidakAdilan yang kembali terjadi dari TUBUH Aparat PENEGAK Hukum POLRI yang telah dilakukan oleh OKNUM anggota POLISI dari unit JATANRAS POLRES Tuban. Seorang WARGA asal Desa SidoRejo, Kecamatan KENDURUAN, Kabupaten TUBAN, bernama MUHARI telah RESMI melayangkan surat PENGADUAN kepada KAPOLDA dan Kabid PROPAM Polda Jawa Timur (JATIM).
Surat Pengaduan tersebut berisi tentang PERMINTAAN akan KEADILAN kepada KAPOLDA Jatim terkait dugaan PENYIKSAAN yang BRUTAL, tindakan AROGANSI dan proses PENANGKAPAN tanpa PROSEDUR yang dilakukan oleh beberapa oknum Unit ResMob JATANRAS dari POLRES Tuban terhadap ANAKNYA. Hal ini amat sangat DISESALKAN sekali karena tidak sesuai dengan MOTO dari POLRI itu sendiri yakni seharusnya MELINDUNGI dan MENGAYOMI serta MELAYANI Masyarakat.
Unit JATANRAS POLRES Tuban yang selalu BERHASIL dalam ungkap kasus biasanya kini tampaknya diduga telah LUPA daratan hanya karena ada dugaan unsur kepentingan pribadi alias pesanan hingga mengabaikan segala SOP terkait PENANGKAPAN maupun PENYIDIKAN terhadap KORBAN atas tuduhan PENCURIAN buah SEMANGKA yang tidak TERBUKTI tuduhan atau tudingan bagi TERDUGA telah BERSALAH
Kronoligi bermula pada hari SENIN malam tanggal 5 OKTOBER 2025 tepatnya di Dusun JETIS RT 2 RW 4 Desa SidoMukti Kecamatan KENDURUN sekira pukul 22.00-23.00 WIB, Muhamad RIFAI alias RADIT (korban /anak MUHARI) didatangi 2 unit mobil JATANRAS POLRES Tuban atas TUDUHAN telah melakukan PENCURIAN buah SEMANGKA berdasar pengembangan PENANGKAPAN pelaku SANAJI. Selanjutnya beberapa anggota JATANRAS POLRES Tuban masuk ke rumah RIFAI dengan menyampaikan, “kami dari JATANRAS POLRES Tuban, “ucap MUHARI tiru ucapan salah satu anggota JATANRAS itu kepada WARTAWAN.
“Tanpa basa basi dan tanpa menunjukan selembar SURAT apapun salah satu anggota POLISI itu MENCEKIK dan MENJAMBAK rambut anak RIFAI yang saat itu dikira adalah RIFAI atau sang AYAH, setelah diberi tahu, aku anaknya, bapak RIFAI lalu DILEPASKAN. Selanjutnya RIFAI dalam kondisi bangun dari tidurnya setelah menidurkan anak bayinya, DIA langsung DISERET keluar dari RUMAH dan DIMASUKKAN ke dalam MOBIL yang saat itu digunakan oleh anggota tim JATANRAS POLRES Tuban, “lanjut MUHARI
Seperti yang diceritakan RIFAI kepada MUHARI, “saat di dalam MOBIL itu WAJAH anak saya sempat DILAKBAN dan DICERCA berbagai PERTANYAAN soal PENCURIAN buah SEMANGKA sambil DIPUKULI dalam PERJALANAN menuju ke POLSEK Kendurun, pak. Nah di POLSEK Kendurun RIFAI sempat DIHAJAR habis habisan menggunakan ROTAN dan beberapa kali DISULUT menggunakan ROKOK badanya. Setelah itu RIFAI dibawa PINDAH ke POLSEK Bangilan sekitar lokasi dugaan AKSI PENCURIAN terjadi, “jelas MUHARI.
Di situ RIFAI masih lanjut DIHAJAR lagi bertubi tubi bukan hanya sekedar DIPUKUL dengan ROTAN tapi mukanya ditutup dengan GENDONGAN atau SELENDANG untuk BAYI yang saat itu tanpa SENGAJA terbawa saat DISERET keluar dari RUMAH dan ditutupkan mukanya terus DISIRAM air sehingga RIFAI tidak dapat BERNAFAS itupun dalam kondisi tangan TERBORGOL, pak (RED), “tambahnya kepada Awak Media saat ditemui di rumahnya.
Masih MUHARI, “setelah PENYIKSAAN itu selesai RIFAI dibawa menuju POLRES Tuban dan di sana RIFAI kembali DIHAJAR lagi DIPAKSA mengakui PERBUATAN yang tak pernah ia LAKUKAN tapi karena RIFAI gak pernah melakukanya ia pun masih BERSIKUKUH tidak MENGAKU. Dalam kondisi tak BERDAYA itu RIFAI sempat di masukan SEL bersama SANAJI dan di situ RIFAI disarankan oleh SANAJI agar mengakui saja BIAR tidak DIPUKULI, tapi karena RIFAI gak merasa melakukan ia pun kembali TEGUH akan PENDIRIAN dan tidak mengakuinya, “jelasnya lagi.
Sehingga PENYIKSAAN dengan berbagai PUKULAN itu masih BERLANJUT bahkan kakinya DITUMBUK batu semakin MENGELUH semakin banyak PUKULAN yang DILAYANGKAN ke tubuh RIFAI sampai akhirnya RIFAI menyerah karena tidak KUAT dengan SIKSAN tersebut, setelah melihat RIFAI dalam kondisi AMBRUK tidak BERDAYA akhirnya RIFAI akhirnya DIBAWA ke Rumah Sakit KOESMA Tuban yang lokasinya tepat di depan POLRES Tuban. Di RS itu ia sempat DIRAWAT selama 3 hari bahkan INFUS diambilkan otot VENA dari KAKI dikarenakan saat itu tangan RIFAI terjadi PEMBENGKAKAN akibat PENYIKSAAN dipukul ROTAN, “ucapnya dengan mata berkaca kaca.
Menurut MUHARI, “setelah TIGA hari DIRAWAT di Rumah Sakit, RIFAI dalam kondisi masih DIINFUS dibawa ke BASE Camp JATANRAS POLRES Tuban guna menunggu LUKAnya itu SEMBUH. Padat tanggal 25/11/25 melalui SELULER pak RT dari DESA dihubungi untuk menjemput RIFAI untuk dibawa PULANG. Ternyata RIFAI telah DIBEBASKAN dengan BAHASA, KAMU ini KAMI telah LEPASKAN karena POLRES Tuban lagi BAIK HATI ya, “ucap MUHARI dengan meniru KATA oknum JATANRAS lagi kepada Insan PERS.
Sepulang dari Base CAMP unit JATANRAS POLRES Tuban, saya beserta pak RT dan RIFAI datang ke rumah SANAJi (terduga PELAKU) guna MEMPERTANYAKAN dan meminta pertanggung jawaban atas PENGAKUAN kenapa begitu TEGA mengikut sertakan (NYAKOT-jawa) anakku RIFAI dalam kasus PENCURIAN buah SEMANGKA yang tidak pernah DIA lakukan dan akhirnya SANAJI mengakui bahwa ia melakukan itu karena masih menyimpan Rasa DENDAM lama dari KEJADIAN masa lalu, “pungkas MUHARI yang hingga BERITA ini DITAYANGKAN pihak KELUARGA dari MUHARI akan MENUNTUT sebuah KEADILAN lewat JALUR HUKUM setelah MELAPORKAN ke PROPAM POLDA Jatim. HEL-YOM
Arbai ,-“*fmn
Tinggalkan Balasan