Perayaan Natal di Kota Sorong dengan Tema Kehadiran Allah
Perayaan Natal yang digelar oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Sorong berlangsung di Gedung L Jitmau pada malam hari, Senin (8/12/2025). Acara ini menjadi momen penting untuk memperkuat makna kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua TP PKK Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, menjelaskan bahwa tema Natal tahun ini, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, mengingatkan semua pihak tentang peran Tuhan dalam kehidupan manusia. Ia menegaskan bahwa kehadiran Allah tidak hanya terbatas kepada hamba-hamba Tuhan atau majelis imam, tetapi juga hadir bagi setiap orang.
Ia mengajak seluruh anggota PKK untuk kembali membangun nilai-nilai kasih sayang, kepedulian, dan kebersamaan. Hal ini dimulai dari lingkungan keluarga masing-masing. Sepanjang tahun 2025, PKK telah menjalankan berbagai program yang berbasis masyarakat dan berdampak langsung pada keluarga-keluarga di wilayah tersebut.
“Semangat ini harus terus kita pelihara. 10 program Pokok PKK adalah pedoman utama dalam pemberdayaan,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kota dan seluruh PD atas dukungan yang diberikan selama ini. Ia menekankan bahwa kerja sama antara PKK dan pemerintah akan terus berlanjut dalam upaya memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, mengatakan bahwa bulan Desember merupakan bulan penuh kegembiraan dalam menyambut kelahiran Yesus Kristus. Menurutnya, keluarga menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi hebat dan pemimpin masa depan.
“Keluarga adalah titik sentral. Dari keluarga kita siapkan orang-orang hebat, pemimpin masa depan di Kota Sorong dan Papua Barat Daya,” katanya. Ia mengajak para ibu-ibu PKK menjadi pelopor perubahan, terutama dalam mendidik anak-anak agar tidak membuang sampah sembarangan.
“Kebersihan tidak bisa dibangun secara singkat, kita harus mengubah mindset dan perilaku,” tambahnya. Menurut Wali Kota, kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh peran perempuan dan pendidikan yang kuat, terutama dalam mengejar ketertinggalan.
“Kita harus pacu pendidikan agar orang Papua bergerak maju. Melalui perayaan Natal ini harus ada kelahiran baru, restorasi, dan perubahan,” ujarnya. Ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun Provinsi Papua Barat Daya, serta merayakan Natal 25 Desember dan menyongsong Tahun Baru 1 Januari 2026.
Tinggalkan Balasan