Pemprov Papua Barat Daya Mengirim 80 Tokoh Agama untuk Perjalanan Umroh dan Wisata Rohani
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD) mengambil langkah penting dalam memperkuat kehidupan beragama dan meningkatkan kerukunan antar umat beragama. Dalam rangkaian peringatan HUT ke-3 Provinsi Papua Barat Daya, pihak pemerintah memberangkatkan sebanyak 80 tokoh agama untuk melakukan perjalanan umroh dan wisata rohani pada bulan Desember 2025.
Program ini diumumkan oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, saat acara peringatan HUT ke-3 di Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, pada Senin (8/12/2025). Rombongan yang terdiri dari 80 tokoh agama ini akan dibagi menjadi dua kelompok. Sebanyak 30 orang akan menjalankan ibadah umroh di Tanah Suci, sementara 50 tokoh lainnya akan mengikuti wisata rohani ke Israel.
Rencana Perjalanan dan Tujuan Program
Rombongan akan berangkat dari Bandara Internasional Domine Eduard Osok (DEO) Sorong menuju embarkasi sebelum melanjutkan perjalanan internasional. Proses pemberangkatan ini dilakukan dengan pengaturan yang rapi dan terkoordinasi agar seluruh peserta dapat tiba di tujuan masing-masing dengan aman dan lancar.
Gubernur Elisa Kambu menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat spiritualitas dan kehidupan beragama di wilayah Papua Barat Daya. Ia menekankan bahwa perjalanan rohani bukan hanya kesempatan untuk memperdalam iman, tetapi juga sebagai kesempatan bagi para tokoh agama untuk menjadi duta daerah yang membawa nilai-nilai positif dari Papua Barat Daya ke dunia internasional.
“Kami mengharapkan bapak/ibu berangkat ke sana harus aktif, disiplin, fokus. Ingat, berdoa untuk tempat yang kamu pergi, tapi juga berdoa untuk kita di sini,” ujar Elisa.
Ia juga menambahkan bahwa setiap peserta harus menjaga nama baik Papua Barat Daya, Indonesia, keluarga, dan diri sendiri selama perjalanan. “Tuhan senantiasa menyertai dalam perjalanannya,” tambahnya.
Meningkatkan Toleransi dan Kerukunan
Program pemberangkatan tokoh agama ini tidak hanya menjadi wadah untuk memperdalam spiritualitas, tetapi juga menjadi bentuk nyata dari upaya Pemprov PBD dalam memperkuat toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Di provinsi termuda ke-38 di Indonesia, keberagaman agama menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan.
Dengan mengirimkan tokoh-tokoh agama ke luar negeri, pemerintah berharap mereka dapat membawa ilmu, pengalaman, serta perspektif baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat lokal. Selain itu, hal ini juga menjadi cara untuk memperkenalkan budaya dan nilai-nilai kebaikan Papua Barat Daya kepada dunia internasional.
Kesimpulan
Perjalanan umroh dan wisata rohani bagi 80 tokoh agama ini menjadi momentum penting dalam membangun semangat kerukunan dan memperkuat kehidupan beragama di Papua Barat Daya. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, diharapkan para peserta dapat kembali dengan pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat, serta menjadi contoh teladan dalam membangun masyarakat yang harmonis dan beriman.
Tinggalkan Balasan