Penetapan Tersangka dalam Kebakaran Kantor Terra Drone Indonesia
Kepolisian telah menetapkan Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia, Michael Wishnu Wardana, sebagai tersangka terkait kebakaran yang terjadi di kantor perusahaan tersebut di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 9 Desember 2025. Informasi ini disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Roby Saputra, saat dikonfirmasi.
Menurut Roby, Michael telah ditangkap sejak kemarin dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik akan melanjutkan penahanannya. Ia akan dikenakan pasal 187, 188, dan 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama seumur hidup.
Dalam kasus dugaan kelalaian yang menyebabkan kebakaran kantor yang menewaskan 22 orang karyawan, Polres Jakarta Pusat telah memeriksa sedikitnya 10 saksi. Di antaranya adalah pemilik gedung Terra Drone, manajemen perusahaan, serta warga sekitar lokasi kejadian.
Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro mengatakan bahwa penyebab kebakaran gedung Terra Drone diduga berasal dari baterai unit drone yang terbakar di salah satu lantai. Namun, ia masih belum bisa memastikannya karena penyelidikan masih dilakukan oleh tim laboratorium forensik Polri.
Profil Michael Wishnu Wardana
Michael Wishnu Wardana pernah diwawancarai pada 11 Agustus 2022. Saat itu, ia menyatakan bahwa potensi penggunaan drone masih sangat besar, meskipun belum banyak orang yang mengetahui dan mengenal manfaatnya. “Manfaat drone perlahan akan dirasakan secara nyata oleh industri,” ujarnya dalam wawancara daring.
Lulusan S1 Teknik Dirgantara dan Magister dari Institut Teknologi Bandung ini mengaku tertarik dengan drone sejak masa kuliah. Terutama setelah bergabung dengan AeroTerrascan, sebuah pengembang drone asal Bandung. “Saat itu saya terjun langsung dalam kegiatan survei menggunakan drone ini,” katanya.
Profil Perusahaan Terra Drone Indonesia
PT Terra Drone Indonesia sebelumnya bernama PT Aero Geosurvey Indonesia. Perusahaan ini bergerak sebagai penyedia jasa pemanfaatan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone untuk kegiatan survei udara pada aplikasi industri seperti pemetaan, pemodelan, inspeksi, dan pemantauan dari udara.
Selain itu, Terra Drone Indonesia juga memberikan pelatihan dan konsultasi bagi perusahaan yang sudah menggunakan drone dalam operasional harian. Terra Drone tercatat sebagai salah satu penyedia layanan drone terbesar di dunia, dengan kantor pusat di Jepang. Perusahaan ini hadir melalui jaringan mitra perusahaan grup dan kolaborator teknologinya di seluruh dunia.
Perusahaan ini berdiri pada tahun 2016 dengan strategi utama menggabungkan teknologi mutakhir dan pengetahuan lokal. Dengan mengakuisisi penyedia jasa drone lokal terbaik di banyak negara, Terra Drone terus berkembang. Pada 2020, Drone Industry Insight menominasikan Terra Drone sebagai penyedia jasa drone nomor satu di dunia.
Hingga kini, Terra Drone beroperasi di lebih dari 25 negara di seluruh dunia dan terus bermitra dengan produsen teknologi drone terkini. Dengan lebih dari 25 perusahaan grup yang sudah ada di jaringannya, baik sebagai perusahaan grup maupun rekanan strategis, Terra Drone menyatakan siap berkolaborasi dengan produsen teknologi drone terkemuka.
Aktivitas dan Kontribusi Perusahaan
Dalam beberapa tahun terakhir, Terra Drone Indonesia telah menyelesaikan kegiatan survei udara di lebih dari 600.000 hektar konsesi dan 2.500 kilometer koridor di berbagai sektor industri, termasuk minyak dan gas, konstruksi, pertambangan, utilitas, dan perkebunan. Perusahaan terus berkomitmen untuk memberikan hasil berkualitas tinggi dengan cepat, tepat, efektif, dan efisien.
Oyuk Ivan Siagian berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Tinggalkan Balasan