Kolaborasi Pemprov Kalteng dan Kemenag dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui kolaborasi lintas lembaga. Salah satu inisiatif terbaru adalah pertemuan antara Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kalteng. Pertemuan ini dilakukan untuk membahas kerja sama strategis dalam penguatan digitalisasi pembelajaran serta program literasi keagamaan.
Dalam pertemuan tersebut, Reza menjelaskan bahwa digitalisasi pendidikan telah mencakup ruang belajar guru maupun peserta didik. Beberapa platform digital seperti Patihan Guru Online, Huma Betang Learning, dan program unggulan Pena Kalteng digunakan sebagai sarana peningkatan mutu pembelajaran. Ia menekankan pentingnya membangun budaya baru dalam proses belajar mengajar.
“Di Pelatihan Guru Huma Betang, kita membangun budaya baru: pagi, siang, sore anak-anak belajar, sedangkan malam harinya giliran guru belajar. Kita terus mendorong agar materi pembelajaran semakin menarik sehingga bisa digunakan siapa saja, kapan saja,” ujarnya.
Reza juga menyampaikan bahwa saat ini lebih dari 10 ribu guru diwajibkan mengunggah modul pembelajaran pada platform digital. Hal ini memungkinkan guru di daerah dapat mengakses materi yang dibuat oleh guru dari wilayah lain. Contohnya, guru di Sukamara bisa belajar materi dari Pangkalan Bun. Digitalisasi pembelajaran juga sudah diterapkan di satuan madrasah, dan diharapkan ada kerja sama yang lebih baik.
Upaya ini sejalan dengan program Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, terutama dalam hal literasi keagamaan melalui gerakan Literasi Kita Suci. Tujuan utamanya adalah memastikan anak-anak memiliki kemampuan membaca kitab suci sesuai agama masing-masing.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kalteng, Muhammad Yusi Abdhian, menyambut baik komitmen Disdik Kalteng. Ia menilai inovasi yang dikembangkan merupakan langkah strategis untuk memajukan kualitas SDM daerah. Menurut Yusi, program Gubernur luar biasa karena mengangkat harkat dan martabat SDM. Kurikulum cinta dari Kemenag dan digitalisasi pembelajaran Pemprov bisa saling menguatkan semangat belajar dan menjadi modal besar untuk berkolaborasi.
Lebih lanjut, Reza menyoroti perlunya pelatihan guru agama, penyempurnaan database pendidikan madrasah, serta sinkronisasi status guru yang mengajar di MIN, Mts, dan MAN. Ada guru pemprov yang mengajar di madrasah, dan ada yang vertikal Kemenag. Ini berpengaruh pada e-kinerja mereka, sehingga perlu sinkronisasi agar tidak bermasalah.
Selain digitalisasi pembelajaran dan penguatan literasi, Disdik Kalteng juga membuka peluang kolaborasi melalui program guru tamu. Guru Kemenag akan mengajar di SMA/SMK/SLB, termasuk penyuluh agama yang nantinya dapat berperan sebagai pengajar mengaji di sekolah. Tujuannya adalah menunjukkan sinergi antara lembaga pemerintah dan Kemenag.
“Kita ingin tunjukkan bahwa kita bersinergi. Pak Gubernur tidak ingin ada siswa lulus tetapi tidak bisa membaca kitab suci,” tegas Reza.
Pertemuan tersebut menjadi awal sinergi yang lebih kuat antara Disdik dan Kemenag dalam menciptakan pendidikan yang berkarakter, berbudaya, dan berlandaskan nilai keagamaan. Pemerintah Provinsi Kalteng menargetkan kerja sama ini dapat memperkuat transformasi pendidikan sekaligus mempersiapkan anak-anak Kalteng menghadapi tantangan era digital dengan tetap berpegang pada nilai moral dan spiritual.
Tinggalkan Balasan