Kisah Andy Are, Dari Wartawan Jadi Advokat

Perjalanan Unik Andy Are dari Jurnalis ke Dunia Hukum

Andy Are, yang kini resmi menjadi seorang Advokat, memiliki latar belakang yang sangat berbeda dari kebanyakan rekan-rekannya. Dari dunia jurnalistik, ia kini melangkah menuju profesi hukum. Proses ini tidak terjadi secara instan, namun merupakan perjalanan panjang yang penuh dengan tantangan dan komitmen.

Awal Mula Kepiawaian di Dunia Hukum

Dalam wawancara dengan forumnusantaranews.com, Andy Are mengungkapkan bahwa impian menjadi Advokat sudah muncul sejak dulu. Inspirasi itu datang ketika ia membaca kisah Bill Clinton, Presiden Amerika Serikat yang berasal dari latar belakang hukum. Pada tahun 1992, saat masih remaja, ia merasa tertarik untuk berkecimpung dalam dunia hukum.

Namun, impian tersebut sempat tertunda karena berbagai kendala. Baru pada tahun 2019, ketika Universitas Mulia Balikpapan membuka Program Studi Hukum, Andy Are akhirnya memutuskan untuk menempuh pendidikan hukum. Selama empat tahun menempuh pendidikan Sarjana Hukum, semangatnya untuk menjadi Advokat semakin menyala.

Proses Panjang Menuju Sumpah Advokat

Setelah meraih gelar S1 Hukum, Andy Are langsung melanjutkan dengan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan menjalani masa magang di kantor Advokat senior. Proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama, tetapi akhirnya membuahkan hasil. Ia dinyatakan lulus dan resmi diambil sumpahnya sebagai Advokat di bawah naungan PERADI SAI.

Pengalaman Sebagai Jurnalis Menguatkan Niat

Pengalaman sebagai wartawan ternyata memberikan dampak besar bagi Andy Are. Salah satu momen yang paling membekas adalah ketika ia melihat rekan seprofesinya menghadapi masalah hukum tanpa pendampingan yang memadai. Dari situ, ia bertekad untuk membantu rekan-rekan wartawan jika suatu saat menjadi Advokat.

Peningkatan Kompetensi Hukum

Andy Are tidak berhenti sampai di situ. Ia terus memperdalam kompetensinya dalam bidang hukum. Beberapa langkah yang ia ambil antara lain menempuh pendidikan Hukum Bisnis di Portman College Malaysia, dan saat ini sedang melanjutkan studi Magister Hukum Bisnis di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM, Jakarta.

Kesamaan Antara Jurnalis dan Advokat

Menurut Andy Are, dunia jurnalistik dan hukum memiliki banyak kesamaan. Keduanya membutuhkan kemampuan untuk mengikuti perkembangan informasi, pemahaman yang selalu diperbarui, serta kecakapan dalam menulis. Ia juga menegaskan bahwa masalah hukum terus berkembang, sehingga advokat harus terus belajar agar tidak tertinggal.

“Advokat juga harus mampu menulis dengan baik, menyusun narasi dan argumentasi hukum saat membela klien. Di sini latar belakang wartawan sangat membantu,” ujarnya.

Masa Depan yang Cerah

Dengan bekal pengalaman media dan pendidikan hukum yang terus diasah, Andy Are kini siap mengabdikan diri sebagai Advokat. Ia ingin menjadi jembatan bagi masyarakat, khususnya insan pers, dalam memperoleh keadilan hukum. Perjalanan panjangnya dari jurnalis ke dunia hukum menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *