Maudy Ayunda Kuasai Tarian Roh Binatang untuk Film Para Perasuk

Peran Maudy Ayunda dalam Film “Para Perasuk” yang Menantang

Maudy Ayunda, salah satu artis ternama di Indonesia, mengungkapkan bahwa ia harus mempelajari sekitar 10 jenis tarian yang merepresentasikan roh binatang untuk film terbarunya berjudul “Para Perasuk”. Dalam film ini, ia memainkan peran sebagai karakter bernama Laksmi. Ia menjelaskan bahwa proses pembuatan film ini melibatkan koreografi yang cukup rumit dan membutuhkan ketekunan serta kesabaran.

Film yang disutradarai oleh Wregas Bhanuteja ini memiliki konsep unik dengan menggabungkan elemen tradisi dan mitos. Maudy Ayunda mengaku bahwa ia diberikan tantangan besar dalam memerankan tokoh yang harus mampu menjiwai roh hewan yang merasuki tubuhnya. Hal ini membuatnya harus mempelajari gerakan-gerakan tari yang sesuai dengan karakteristik setiap makhluk tersebut.

Dalam proses pemerannya, Maudy harus menghafalkan koreografi yang telah ditentukan sambil tetap menjaga kualitas aktingnya. Ia menyebutkan bahwa tantangan utama bukan hanya pada koreografi yang sudah ditentukan, tetapi juga adanya ruang untuk spontanitas dan eksplorasi personal. Meskipun ada koreografi yang harus diikuti, ia masih diberi kebebasan untuk mengekspresikan dirinya secara individual.

Selain itu, ia juga harus benar-benar menyelami roh hewan tersebut agar bisa memperlihatkan ekspresi yang autentik. Tantangan ini semakin berat karena ia harus memahami dan menghayati karakter yang diperankannya dengan baik.

Film “Para Perasuk” menghadirkan total 20 roh binatang yang dapat merasuki tubuh para pelamun. Beberapa di antaranya adalah kupu-kupu, bulus, emprit, lintah, kerbau, hingga kodok. Setiap roh memiliki karakter dan efek kerasukan yang berbeda. Film ini berlatar di sebuah desa fiktif bernama Desa Latas, tempat warganya merayakan kerasukan sebagai pesta besar.

Dalam tradisi tersebut, para penduduk menari mengikuti irama musik dan lantunan mantra, lalu dengan sengaja membiarkan diri mereka dirasuki roh. Terdapat sosok perasuk yang bertugas menyalurkan roh ke tubuh para pelamun, sebutan bagi warga yang menari dan mengalami kerasukan. Roh-roh tersebut memunculkan efek halusinasi dan membawa para pelamun ke pengalaman yang tak biasa.

Setelah mantra dirapalkan dan musik dimainkan, para pelamun seolah ditransfer ke dunia lain bernama alam sambetan. Alam sambetan digambarkan sebagai dunia penuh bunga warna-warni dengan aroma harum dan suasana indah, sangat kontras dengan kehidupan nyata. Keindahan itu membuat para pelamun sejenak melupakan realitas dan tenggelam dalam rasa bahagia.

Selain Maudy Ayunda, film ini juga dibintangi oleh Angga Yunanda, Anggun C. Sasmi, Chicco Kurniawan, Bryan Domani, dan Ganindra Bimo. Dengan keterlibatan aktor-aktor ternama dan konsep yang menarik, film “Para Perasuk” diharapkan mampu memberikan pengalaman menonton yang berbeda dan menarik bagi penonton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *